Mengakui Kebohongan

1344 Kata

Waktu sudah menujukkan pukul sebelas malam dan Yumna sudah terlelap di dalam kamarnya. Kamar yang memang sudah diperuntukkan oleh Harun untuk putri biologisnya itu. Nadia dan semua anak-anak Harun yang sudah tahu fakta tentang Yumna, tidak ada yang keberatan. Bahkan mereka menyambut baik kehadiran Yumna di tengah-tengah keluarga mereka. Biru yang merupakan anak tertua Harun pun, tidak mempermasalahkan hal tersebut. Bahkan istrinya pun menerima Yumna dengan sangat baik. Adrian seketika berdebar ketika pertama kalinya masuk ke kamar itu dan mendapati wanita yang ia cintai tertidur dengan lelap. Saat ini Yumna mengenakan piyama tidur lengan pendek dengan setelan celana panjang. Ia tidak mengenakan hijab sama sekali. Perlahan, Adrian mendekati istrinya. Ia dudukkan bokongnya dengan sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN