Balas Dendam

1130 Kata
Putri terbangun dari tidurnya. Dia merasakan ada seseorang yang tengah memperhatikannya di sudut kamar ini. Putri pun membuka matanya dan langsung waspada. Saat dia sudah benar-benar terjaga dia melihat senyuman seorang Dewa yang sangat dia kenal. “Aku mengganggumu, Putri?” “Tidak! Apakah kau sesibuk itu hari ini sehingga membuatmu sangat sulit untuk menjawab panggilanku?” “Begitulah. Apa kau pikir Dewa itu hanya duduk-duduk saja di dunia atas? Ada apa memanggilku?” “Aku ingin bertanya. Apakah saat ini kekuatanku kembali seperti dulu atau tetap sama? Dan jika aku membalaskan dendam ayahku kesempatan yang kau katakan itu akan berkurang?” “Wah… banyak sekali pertanyaanmu. Kekuatanmu akan tetap sama seperti sebelum kau aku lempar ke sini. Dan jika kau ingin membalas dendam untuk kematian ayahmu, kesempatan itu tetap akan berkurang. Karena, perjanjian tetaplah perjanjian.” “Ehm… baiklah. Jika hanya perkurang satu tidak masalah bagiku.” “Apa kau yakin hanya ingin membunuh satu orang saja? Kau tahu siapa yang akan kau hadapi?” “Ck! menyebalkan!” “Baiklah. Aku harus kembali, Putri. Aku rasa kau Sudah mendapatkan apa yang kau butuhkan. Dan tujuanmu menghubungiku hanya untuk menanyakan itu bukan?” Putri pun hanya bisa diam. Dia tidak menjawab pertanyaan itu. Dewa Semidang langsung menghilang dari hadapan Putri. Dia masih harus melanjutkan tugasnya di dunia atas. Putri masih terdiam di posisinya. Dia tidak bergeming sama sekali. Saat ini Putri sedang berpikir bagaimana caranya dia bisa mendekati satu orang saja dan langsung membunuhnya tanpa membuat keributan. Karena jika dia nekat menerobos masuk ke benteng pertahanan penjajah tanah ini dia pasti harus membunuh semua orang yang menghalangi jalannya. Dengan kata lain sembilan kesempatan yang tersisa akan hilang begitu saja. Dan dia akan hidup abadi selamana. Percuma saja dia berada di sini jika usahanya akan berakhir sia-sia. Putri pun mengerang frustasi. Perlahan wujudnya berubah menjadi harimau Sumatera yang sangat besar.  Saat ini besar tubuhnya sudah melebihi besar tubuh mendiang ayahnya. Kekuatannya pun Sudah jauh berbeda dari mendiang sang ayah. Putri melompat ke luar kamarnya, dan langsung berjalan mengendap keluar dari istana. Dia harus mencari tahu kebiasaan musuhnya dan apa yang dapat membuatnya lemah. Orang yang melihat wujud Putri saat ini langsung berari tunggang langgang. Walaupun mereka sudah hidup berdampingan dengan manusia harimau, bagi mereka masih sangat menyeramkan jika melihat wujud mereka secara langsung. Putri tidak perduli dengan semua itu. dia masih terus berjalan menuju tempat sang musuh berada. Dia harus mendapatkan apa yang dia butuhkan malam ini. Setidaknya dia tahu sedikit saja tentang musuhnya saat ini. Di kejauhan terlihat beberapa orang berseragam tentara Belanda sedang berpatroli. Mereka menyisir sekeliling benteng tempat mereka berjaga. Sinar dari senter yang mereka bawa cukup menggang penglihatan Putri. Tapi, bukan raja rimba jika hal semacam ini tidak bisa dia atasi dengan baik, bukan. Putri pun langsung mengubah wujud aslinya menjadi seorang wanita cantik yang tidak bisa mereka kenali. Dia harus memilih wajah lain untuk saat ini. Putri mendekati dua orang yang sedang berjaga di depan gerbang. Dia berpura-pura tersesat saat ini. dengan wajah ketakutan Putri menanyakan dirinya berada saat ini dan apakah masih jauh untuk ke kota. Kedua penjaga itu tersenyum penuh arti saat memandangi tubuh Putri dari ujung kaki samapi ujung kepala. “Hei, Wanita cantik… jika kau ingin ke kota besok saja kami antar. Kebetulan besok kami akan bergantian jaga. bagaimana? Apakah kau mau menunggu?” “Tapi, aku tidak ada tempat untuk tinggal saat ini. Aku takut di dalam gelap malam itu akan muncul sosk-sosok menyeramkan.” “Ah… begitu rupanya. Kalau begitu, ikut aku. Aku akan menunukkan tempat aman di sini.” ucap salah satu penjaga itu. Putri pun menurut dan mengikuti penjaga itu berjalan menuju paviliun yang biasa dia tempati untuk beristirahat. Sepanjang perjalanan mereka digoda oleh penjaga lainnya yang tampak iri dengan apa yang mereka lihat. Putri sengaja tersenyum untuk menggoda mereka. Dan dia langsung mendapatkan respon menjijikan. Dasar manusia bejaat! yang ada di Otak mereka hanya hal-hal menjijikan! Gerutu Putri dalam hatinya. Selama dia hidup di muka bumi ini, begitu banyak orang-orang seperti mereka. yang hanya memikirkan kenikmatan dunia saja yang selalu mencari kepuasan di tengah dinginnya malam. Yang berusah mencari hal-hal menarik di tengah gelapnya malam. “Kita sudah sampai. Kau bisa menggunakan kamar ini untuk beristirahat. Besok saat kami sudah selesai bertugas, akan kami antarkan ke kota.” Ucap penjaga itu. Putri menganggukkan kepalanya patu. Dia pun langsung berbalik badan dan berniat masuk ke dalam kamar yang berukuran kecil ini. Tercium aroma alkohol yang sangat pekat di dalam sini. Belum lagi bau yang tidak Putri ketahui. Putri melangkah masuk dengan sangat terpaksa. Dia harus bertahan untuk beberapa jam saja. Setelah semua orang di sini lelap dalam tidurnya dia baru akan beraksi mencari orang yang telah melenyapkan nyawa sang ayah. baru saja Putri ingin duduk di atas ranjang besi tua yang ada di kamar ini, pintu kamar ditutup dan terdengar suara kunci yang diputar. Putri langsung membalikkan badannya dan mendapati penjaga itu tengah tersenyum ke arahnya.  Tatapan mata orang itu penuh hasrat. Dan Putri dapat membaca pikirannya saat ini. otaknya dipenuhi nafsu binaatang dan membuatnya tidak bisa berpikir jerni saat ini. dia mendekati Putri dan langsung mendorong tubuh Putri berbaring di atas ranjang. “Tuan! Apa yang sedang Anda lakukan?” tanya Putri berlagak ketakutan. "Aku akan memberikanmu kenikmatan malam ini, Nona. Jadi, kau santai saja dan nikmati semua yang aku lakukan.” “Tapi, Tuan. ini tidaklah pantas.” "Sudah jangan banyak membantah. Aku sudah lama sekali tidak merasai kenikmatan di bawah sini.” Ucap penjaga itu sambil memegangi inti dari tubuhnya. Putri pun bergidik ngeri dan langsung menjauhi penjaga itu. Gerakannya langsng di hentikan penjaga itu dan tubuhnya pun dikungkung di bawah tubuh besar miliknya. Saat dia ingin melakukan apa yang sudah ada di otaknya, Putri langsung menatap dalam ke manik mata itu. Penjaga itu pun langsung terhipnotis. perlahan tubuh besarnya ambruk ke atas Ranjang yang dan terbaring di samping Putri. Putri langsung bangun dan menyeringai melihat ketidak berdayaan manusia yang ada di hadapannya ini. Jika dia orang yang bersih, pasti rasa dagingnya dan bau darahnya akan sangat nikmat dan lezat. Tapi, manusia seperti ini hanya akan meninggalkan rasa getir di lidahnya saja. Putri menatapnya lekat dan sedang berpikir apa yang bisa dia lakukan dengan penjaga ini. Putri pun langsung mengikat tubuh besar ini dengan sangat erat dan merubah wujudnya seperti penjaga ini. Putri keluar dari kamar ini dan mengunci pintunya. lalu membuang kunci itu sembarang. dia berjalan menuju bangunan utama tempat ini untuk mencari keberadaan pemimpin mereka. Sepanjang jalan menuju bangunan utama, Putri mendengar suara-suara menjijikan. Sepertinya para tentara Belanda ini sedang berpesta dengan para b***k yang mereka paksa untuk melayani nafsu binaatang mereka malam ini. dan sampailah Putri ke sebuah bangunan yang sangat besar, dan berbeda dengan bangunan lain. Sepertinya ini tempat pemimpin mereka tinggal. Putri pun masuk ke dalam dengan sangat hati-hati.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN