SAH!

1882 Kata

“Mau ke mana kamu?” Abrisam keluar dari mobilnya hanya untuk menghampiri Sabila. “Ke kafe.” Jari Sabila terarah ke depan, tempat kafe berada. Abrisam mengembuskan napas kasar, ia pikir Sabila akan ke mana. Kepalanya mengangguk kecil saat menunjuk mobilnya sendiri. “Masuk,” titahnya. “Basah, Pak.” Sabila memperlihatkan pakaiannya yang basah kuyup. “Gak apa-apa, masuk aja.” Abrisam tak peduli, Sabila harus ikut dengannya daripada bersama mahasiswa baru itu. Tadinya Sabila merasa tak enak, takut mengotori jok mobil Abrisam, tapi pemilik mobil itu sendiri seolah memaksa. Sabila tentunya segera turun dari motor, lalu masuk ke dalam mobil Abrisam. Sementara pria yang ditumpangi Sabila hanya bisa melongo, mulai percaya atas gosip kedua manusia itu yang katanya menjalin hubungan. “Kenapa hu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN