Perhatian dari Bapak Muda

2612 Kata

Sedari tadi, Sabila tertidur pulas tanpa tahu menahu kondisi jalanan seperti apa. Tubuhnya dirasa sangat lemas, matanya perih, kepala pusing, dan yang lainnya. Namun, ia terus berusaha terlihat baik-baik saja sejak keberangkatannya. Alasannya sudah jelas, Abrisam! Tak mungkin Sabila menolak untuk ikut walau tubuhnya tak sehat, tak mungkin ia melewatkan waktu bersama pria itu. Abrisam sendiri menyadari hal itu. Hatinya mulai merasa tak enak, merasa bersalah karena telah mengajak Sabila untuk ikut dengannya. Seharusnya wanita itu menolak saja jika memang butuh istirahat, bukannya memaksakan diri. Atau, bisa saja ia merasa tak enak perihal uang yang telah ia terima dan menjadikan kemauan Abrisam sebagai kewajibannya untuk dituruti? “Kamu yakin gak apa-apa?” tanya Abrisam lembut, terdengar s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN