Terbangun dari tidurnya, hal pertama yang Abrisam ingat adalah Sabila. Bagaimana kondisinya sekarang? Sudah lebih baik, atau memerlukan istirahat? Ingin menghubunginya, tetapi gadis konyol itu meninggalkan ponselnya di dalam mobil Abrisam. Lucunya, Sabila tidak mengunci ponselnya, tentu saja Abrisam dapat mengaksesnya dengan mudah dan mengetahui apa saja yang Sabila lakukan dengan ponselnya. Semalam, Abrisam hanya mengantarkan Sabila hingga depan gang saja. Sabila sendiri yang memintanya untuk cepat pulang, dan tidak perlu mengantarkannya sampai rumah. Tapi, sebagai orang dewasa yang seharusnya bertanggung jawab Abrisam merasa tak enak pada Marni. Ia yang sudah membuat gadis itu pulang larut malam, terlebih gadis itu juga mengalami kecelakaan ringan di tempat usahanya. Selesai mandi dan

