Sesampainya di rumah sakit yang dituju, Abrisam langsung membawa Sabila ke dalam UGD. Beberapa perawat bergegas melakukan pemeriksaan. Di ruangan yang sama, Abrisam dapat mendengar suara Wulan dan Lisa. Kaki Abrisam bergerak menuju asal suara ibu dan mantan istrinya. Hanya terhalang tirai yang tidak tertutup rapat, Abrisam dapat melihat kondisi Lisa yang berbaring di atas brankar. Menyadari kedatangan Abrisam, Wulan langsung berdiri dan mengadu, “Abi, Lisa dipukulin sama pacarnya.” “Bukannya kemarin masih jalan?” sindir Abrisam dengan tenang, tidak ada rasa khawatir sedikit pun. “Kamu gak tau ceritanya, Bi.” Suara parau Lisa menyahuti lontaran Abrisam. “Mama kok tau soal dia?” Pandangan Abrisam tetap tertuju pada sang ibu seakan tidak melihat adanya Lisa di sana. “Tadi Lisa telepon M

