Pagi Yang Hangat di Negeri Sakura

1445 Kata

Pagi di Kyoto terasa begitu damai. Sinar matahari menyelinap lembut melalui jendela kamar apartemen sewa mereka. Alula terbangun lebih dulu, mengenakan cardigan tipis dan hijab instan, lalu melangkah ke dapur kecil yang menghadap taman kecil Jepang. Tanpa suara, ia mulai menyiapkan sarapan. Wajan kecil mulai mengeluarkan aroma wangi dari telur dadar gulung ala Jepang yang ia pelajari dari internet semalam. Di sampingnya, nasi panas dalam rice cooker mulai matang, dan ia juga menyiapkan sup miso ringan untuk anak-anak. Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kecil. “Mamaaa…” suara manja Alisa terdengar disusul Arkanza yang mengucek matanya. Alula tersenyum dan berjongkok memeluk keduanya, “Selamat pagi, sayang. Mau sarapan buatan Mama?” “Laperrrr…” ujar Arkanza dengan semangat. Alis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN