Saat Alula sedang menata roti panggang ke piring-piring kecil untuk anak-anak, Arga yang baru saja turun dari kamar dengan kemeja yang telah disiapkan oleh Alula, tiba-tiba menghentikan langkahnya di ambang ruang makan. Matanya memicing sedikit, menyadari ada sosok asing di rumah mereka. "Siapa wanita ini? kok ... aku baru lihat?"gumam Arga. Seorang wanita muda dengan wajah manis, kulit cerah, dan mata yang lembut tampak berdiri gugup di dekat pintu dapur. Rambutnya yang diikat rapi dan pakaian sederhana menunjukkan sikap sopan dan rendah hati. Dia segera menunduk saat menyadari tatapan dari Arga. “Assalamu’alaikum,” ucap gadis itu pelan. "Waalaikumsalam." jawab Arga. Bik Asih yang sedang memotong buah di dapur langsung menoleh, “Oh, tuan Arga… ini keponakan saya, namanya Rani. Dia ba

