Yasmin melangkah masuk ke kamar dengan senyum kecil di wajahnya, membawa segelas jus segar untuk Reinaldi. Namun senyumnya langsung menghilang begitu melihat wajah suaminya yang tegang, rahangnya mengeras, dan matanya penuh amarah yang ditahan. "Honey?" Yasmin memanggil pelan, berjalan mendekat. "Kamu kenapa?" Reinaldi menoleh perlahan. Mata mereka bertemu. Hening. Lalu Reinaldi melemparkan selembar kertas hasil laboratorium ke meja di depannya. Suaranya terdengar rendah dan dingin, namun tajam. "Jelaskan ini, Yasmin" Yasmin menoleh ke arah kertas yang terjatuh di meja. Matanya langsung membesar saat membaca tulisan di atasnya. Analisis s****a: Spermatozoospermia berat. "Ini..." Detik itu juga tubuhnya terasa lemas. "A-aku..." Yasmin berusaha bicara, namun suaranya tercekat. Yasmin

