Luca menyetir mobilnya sendiri saat ini, dengan Zara yang duduk di sebelahnya. Dia melihat gadis itu tersenyum dan menatap jalanan penuh rasa tertarik, seolah tidak pernah benar-benar menikmati jalanan. Sejujurnya, saat ini benar-benar sulit dipercaya, dia mengajak gadis jelek ini duduk satu mobil dengannya. Luca tidak menyukainya, tapi dia harus melakukannya. "Kalau kau terus menatap keluar, kau akan merasa pusing. Di sini tidak ada kantong muntah dan kau akan tahu akibatnya jika mengotori mobilku," ujarnya dengan nada kesal. Perkataannya berhasil menarik perhatian Zara yang berbalik menatapnya. Gadis itu tampak tertunduk malu dan duduk dengan posisi normal. "Maaf, hanya saja aku sedang mengingat jalan. Aku belum terlalu mengenal tempat ini. Kamu akan mengajakku ke mana?" Luca men

