Saat matahari sudah agak condong ke arah barat, saat itulah, Zara yang dikira menghilang dan membuat khawatir mertuanya, menampakkan batang hidungnya. Dia turun dari sebuah taksi dengan wajah sedikit pucat. Namun dia tidak mengunjungi rumah sakit, melainkan pulang ke rumah. Zara melangkah perlahan dan melihat sebuah mobil terparkir di halaman rumah. Mengira jika ibu ketuanya sudah pulang. Dia mungkin harus meminta maaf karena tidak pergi ke rumah sakit dan malah pulang terlambat. Akan tetapi, saat Zara membuka pintu dan akan masuk, dia yang berjalan sambil menunduk, tanpa sengaja malah membentur sesuatu hingga keningnya cukup sakit. "Aduh!" "Kau!" Zara tersentak saat mendengar suara yang tak asing. Dia hendak mendongak, tapi tangannya sudah lebih dulu ditarik oleh seseorang yang tida

