Itu Hanya Mimpi

1179 Kata

"Bi, kita jemput Zara setelah ini, ya? Aku tidak sabar ingin memberikannya hadiah," Seorang wanita dewasa yang diajak bicara, tampak mengernyit heran, tapi senyum kecil menghiasi bibirnya. "Memang Tuan Luca tidak lelah? Tuan kan baru saja tiba dari tour sekolah." Luca saat ini sedang duduk di sebelahnya, di kursi belakang mobil yang mulai melaju dan dikendarai sang sopir. Dia baru saja dijemput pagi itu di area sekolah setelah sebelumnya mengikuti tour sekolah. Mereka dalam perjalanan pulang menuju rumah harusnya, tapi Luca meminta untuk mengunjungi tempat di mana Zara bersekolah. Sambil tersenyum lebar, Luca menggeleng. Dia memeluk erat sebuah kotak persegi dengan pita yang mengikat kotak di pangkuannya. Tampak masih bersemangat meski matanya terlihat letih. "Tidak, kok, Bi. Luca ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN