Bagian 38

1923 Kata

Kiran terus memandangi wajah berubah.ia enggan untuk beranjak kemana-mana.sedari tadi kiran terus menggenggam tangan adit. '' bangunlah ... sebelum ini aku memberikanmu satu kesempatan lagi ... '' gumam kiran, tangan mungilnya menyiarkan setiap detik wajah sang pujaan, mata yang tertutup rapat, rambut yang gondrong dan wajah yang tirus kulitnya bewarna coklat tua. '' keadaannya sudah tak sekeritis kemarin ... mungkin dalam waktu dekat ia bisa sadar ... '' ucap pram yang sedari tadi berada di belakang kiran, kiran diam ia tak perlu apa pun yang sedang dilihat saat ini sudah tercinta. '' Lucky adit memilikimu kiran ... kamuikan aku berada di diposisinya, entah bagaimana bahagianya aku''pram tertawa sumbang cinta yang selama ini untuk kiran tak pernah di terima, '' Maafkan aku pram, aku t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN