Hanya berbelanja bahan untuk membuat cilok saja Nina dan Winta memerlukan hampir dua jam lamanya, membuat matahari semakin terasa terik menerpa mereka. Tubuh mereka berdua terasa seperti terbakar ketika keluar dari supermarket dengan pendingin udara yang sejuk, tetapi tiba-tiba saja panas mahati menyapa apalagi dengan semerbak angin yang tidak segar tetapi juga tak kalah panasnya. Rasanya sangat gersang berhadapan langsung dengan lapangan parkir tanpa pohon sebatang pun. Kalau Nina menjadi pengelola supermarket ini, pasti ia tidak akan tanggung-tanggung menanami pohon di pinggir lapangan parkir. Nina tidak suka panas dan gersang, dirinya sangat menyukai oksigen segar di bawah pohon rindang. Keduanya sudah nampak kelalahan, padahal masih ada yang harus mereka perjuangkan. Bukan cinta, tet

