Nina masih merinding dan tubuhnya juga masih panas dingin setelah ia sampai di depan supermarket. Brian sudah pergi beberapa detik yang lalu setelah menemaninya menyeberang jalan. Padahal, Nina bisa menyeberang jalan sendirian, tetapi memang Brian saja yang ingin menggandeng tangannya. Brian sedikit keterlaluan. Bisa-bisanya laki-laki itu memeluknya di depan minimarket yang pasti banyak orang yang menyaksikan. Mini market ini juga terletak di dekat kampus, yang pasti ada saja mahasiswa yang pergi ke sana atau barangkali hanya sekadar lewat. Nina dan Brian memang sudah sepakat untuk lebih dekat tak peduli dengan omongan orang-orang. Walau Nina siap menebalkan pendengarannya, ia masih berada di antara yakin tidak yakin untuk bisa acuh dan tak pengambil hati setiap perkataan orang yang di

