Nasya duduk berhadapan dengan Levin. Keduanya tampak begitu serius dengan pembicaraan mereka. Nasya sengaja meminta sektetarisnya untuk mencegah Resya masuk ke dalam ruangannya. Ia tidak ingin pembicaraannya dengan Levin terganggu dengan adanya Resya. Ia akan memberi waktu khusus kepada Resya untuk berbicara dengan Levin. “Apa yang menjadi tujuanmu masuk ke dalam keluargaku.” Ucapan Nasya langsung tegas. Ia tidak mau berbasa-basi dan mengulur waktu. Ia tahu Levin sangat terlambat datang menemuinya. Namun, Nasya berusaha menerima alasan tersebut meskipun ia sendiri tidak bisa percaya dengan alasan Levin. “Saya hanya ingin bekerja, tidak lebih.” “Apa aku bisa percaya?” Nasya kembali menunjukkan wajah ketusnya. Entah setiap kali melihat Levin hanya membuatnya benci. Bayangan wajah Sila beg

