“Pergi!!! Aku mohon Pergi!” Sila menjerit histeris saat duduk di taman. Perawat yang menemaninya langsung memanggil dokter agar segera menangani Sila. Wanita itu tiba-tiba menjerit histeris. Tidak ada siapa pun yang berada di sekitarnya. Perawat menemani Sila saat berjemur di pagi hari, tetapi wanita itu tiba-tiba saja tidak bisa mengontrol emosinya. Perawat mencoba mencari penyebabya, tetapi mereka tidak menemukan siapa pun. Sila terus menerus tidak terkendali hingga perawat yang bertanggung jawab atas dirinya segera menghubungi Levin. Putera tunggalnya itu langsung bergegas ke rumah sakit untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Menurut keterangan dokter. Sila hanya mengalami semacam halusinasi yang berlebihan. Ia terlalu sensitif dan terlihat begitu menyesal dan bersedih. Menur

