Resya duduk di tribun melihat jalannya arena balap. Zidan sengaja tidak megambil tugasku hanya untuk menemani Resya dan memastikan keadaan gadis tomboy tersebut aman. Setelah memastikan semua mesin yang dipakai baik-baik saja. Zidan langsung mengajak Resya keluar dari arena pitstop dan mengajaknya menonton di tribun bagian atas. Semua terlihat begitu menarik, deru mobil berkecepatan tinggi berdengung memekakkan telinga. Resya terlihat begitu antusias dan beberapa kali bersorak saat team Zidan berada di barisan paling depan.Gadis itu tidak hentinya berteriak memberi dukungan agar team Zidan juara. Sepintas, Resya curi-curi pandang kepada Zidan. Pemuda itu terlihat begitu serus memantau jalannya balap. Sesekali Zidan tersenyum dan terkadang mengumpat kesal. Resya hanya bisa tersenyum meli

