Pertemuannya dengan Zidan semakin membuat Resya bingung. Ia tidak tahu apa yang terjadi dengan sahabatnya itu. Pemuda itu tiba-tiba saja berubah menjadi sosok yang tidak biasa. Beberapa waktu lalu Zidan menyebutkan akan bertunangan dalam waktu dekat dan tidak punya hubungan apa pun dengan gadis yang Resya lihat saat itu. Namun, tiba-tiba saja Zidan terlihat sangat dekat dan punya hubungan khusus dengan gadis tersebut. Dan yang paling membuat Resya bingung adalah perkataan Zidan sebelum mereka berpisah. Zidan mendapat panggilan dari mamanya untuk segera pulang. Mau tidak mau, Resya pun harus segera kembali. Tidak mungkin ia berada di sasana sendirian tanpa Zidan. Malas pulang, Resya memilih mengunjungi rumah almarhumah omanya. Ia tidak mungkin kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Levin.

