Pertengakaran Resya dengan Nasya membuat gadis itu memilih pergi menggunakan taksi. Ia memilih pergi ke sasana untuk menemui Zidan. Ia memilih mengunjungi tempat yang pernah menjadi tempat berteduhnya saat kesal dengan Nasya. Kinig gadis itu tidak bisa bebas melakukan olah raga kesukaannya karena keterbatasan tangannya. Ia belum boleh melakukan olah raga berat sebelum kondisi tangannya benar-benar pulih seperti semula. Moblil yang ditumpanginya membawa Resya memasuki tempat parkir Sasana. Resya membayar ongkos dan langsung turun. Tempat parkir terlihat tidak terlalu ramai. Hanya ada satu mobil yang terasa asing dan dua unit motor yang sangat familiar baginya. Resya masih merasa aneh dengan mobil putih yang terparkir di tempat yang biasanya ia pakai. Ia baru pertama kali melihat mobil itu.

