Mendengar berita tentang Levin membuat Resya langsung pergi ke rumah sakit. Pihak rumah sakit menelponnya karena nomor yang terakhir dihubungi Levin adalah nomor Resya. Gadis itu langsung panik dan meminta sopir pribadi maminya untuk segera mengantarnya ke rumah sakit. Ia tidak peduli jika malam semakin larut dan dingin. Ia juga tidak peduli dengan pertanyaan Nasya. Resya memikirkan Levin dan berpikir keadaan lelaki itu sedang tidak baik. “Om Levin!!!” Resya masuk dan langsung berseru. Levin terbaring lemah dengan luka lebam di bagian pipi membuat Resya merasa ngilu melihatnya. Rasanya pasti sakit dan sekujur tubuh Levin terasa remuk. Gadis itu langsung duduk di samping Levin melihat dari dekat keadaan sang mantan pengawalnya. Satu ruangan yang tidak hanya berisi Levin saja membuat pemu

