Lima hari berlalu, hari-hariku selama di Jogja terasa menyenangkan dengan kehadiran Aditya. Setiap hari, ada saja kelakuan pria itu yang membuatku lupa dengan Kenzie dan Rea. Dia pengalih yang baik. Aku bahkan sampai berhasil menahan diri untuk tidak menghubungi Kenzie selama lima hari ini. Sejenak, kulirik layar ponselku yang menyala. Satu pesan baru masuk. Aku yakin, itu pesan dari Kenzie. Selama ini, aku memang tidak membuka pesan darinya, aku bahkan jarang mencharge ponselku karena ingin menghindarinya. Perasaan rindu selalu membuncah saat aku membaca pesan dari Kenzie. Karena itu, lebih baik aku tidak membukanya sama sekali. Pagi ini, aku sengaja mencharge ponsel setelah tiga hari tidak aktif. Aku terpaksa melakukannya karena besok akan pulang ke Jakarta. Aku harus membaca

