Aku berlari mengejar pria yang mirip suamiku. Meninggalkan Aditya yang berteriak memanggilku. Aku yakin, pria yang aku lihat adalah Kenzie. Tapi, kenapa pria itu lari dariku? Sebenarnya, ini bukan pertama kali aku melihat Kenzie. Beberapa hari lalu saat di pantai, di keraton bahkan di proyek, aku merasa melihat suamiku. Namun, aku tidak mengindahkannya karena aku kira hanya halusinasiku saja. Tapi kali ini, aku yakin pria yang aku lihat barusan benar-benar Kenzie, suamiku. "Kenzie?" teriakku seraya menyapukan pandangan mencari keberadaannya. Karena lariku terlalu lambat, aku kehilangan jejaknya. "Ken?" teriakku lagi. Masuk ke dalam kerumunan orang-orang yang menenggelamkan sosok Kenzie yang aku kejar. Aku memperhatikan satu persatu pria yang aku temui. Menyapa beberapa dari mereka y

