Rela Sakit Selamanya

1047 Kata

Aku tertegun, lalu tersenyum lebar. Tanganku terulur menepuk bahu Aditya. "Makanya cari istri! Jangan hanya bermain-main. Kamu tidak akan membutuhkanku lagi setelah ada wanita yang mendampingimu." "Kamu memang tidak peka," keluh Aditya seraya menghela. Aku mengernyit. "Tidak peka bagaimana?" "CK! Sudahlah! Tidak penting. Aku hanya asal bicara saja," tutur Aditya. Dia mengalihkan pandangannya dariku, lalu menenggak air minum yang dipegangnya. Aku menggaruk kepala. Merasa tidak ada yang salah dengan perkataanku. Aditya memang bergantung padaku. Selain karena aku investor dan teman baiknya, aku juga satu-satunya orang yang peduli padanya. Itu yang selalu Aditya katakan padaku. Keluarga Mahardika tidak sepenuhnya menerima kehadiran Aditya. Dia selalu dikucilkan dalam keluarganya, s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN