Rea POV Aku tersenyum melihat Rania dan Kenzie yang sedang berpelukan melepas rindu. Hatiku senang melihat mereka bersama lagi. Walau sejujurnya, ada sedikit perasaan cemburu yang menjambangi hatiku. Namun, aku tidak memperdulikannya. Bagiku, perasaanku tidak terlalu penting dibanding semangat hidup Kenzie yang nampak mulai menyala kembali setelah bertemu dengan Rania. Lima hari lalu, setelah kepergian Rania. Kenzie terlihat murung dan patah semangat. Aku iba melihatnya. Masih tergambar jelas dalam ingatanku wajah Kenzie saat itu. Dia nampak kecewa dan kehilangan semangat hidup setelah tahu Rania pergi meninggalkannya di panti. Pagi itu, ketika kami bangun tidur. Kenzie berlari ke sana kemari mengelilingi panti untuk mencari Rania. Dia tidak percaya Rania pergi ke Jogja meninggalkann

