SM 6

1146 Kata
Ini adalah hari pertama bagi Safiyya dan Zarina menjadi seorang mahasiswi, mereka pun sudah mulai dengan kegiatan belajar sebagai seorang mahasiswi. Dan di hari pertama Safiyya menjadi mahasiswi gadis itu sudah di sibukkan dengan berbagai tugas dari dosen, membuat gadis itu harus belajar lebih ekstra lagi. Safiyya benar-benar di sibukkan dengan segala macam tugas di hari pertamanya ini. "Fiya!" Seru Zarina begitu dirinya menemukan keberadaan sahabatnya ini. Safiyya menolehkan kepalanya menatap pada asal suara. "Ya Allah Fiyaa!! Gue nyariin sampai ke kelas lo dan ternyata lo ada disini!" Kata Zarina, ternyata Safiyya berada di lorong kampus. "Kantin yuk, laper ni gue!" Ajak Zarina, namun Safiyya menggelengkan kepalanya. "Gue masih ada tugas, lo duluan aja, Na!" Jawab Safiyya. "Tugas mah nanti aja si, habis dari kantin baru kerjain tugasnya" bujuk Zarina. Lagi-lagi gelengan kepala Safiyya tunjukan. "Please Fiya, please, temenin gue ayolah. Masa iya gue makan sendiri di kantin keliatan jomblonya banget!" Rajuk Zarina, membuat Safiyya menghembuskan nafasnya dan akhirnya gadis itu pun menganggukan kepalanya menyetujui ajakan sahabatnya ini. "Yeay! Lo emang bestie gue!!" Puji Zarina lalu menggandeng lengan sahabatnya itu dan menariknya perlahan agar mengikuti langkahnya menuju kantin. Akhirnya Safiyya pun terduduk di atas kursi kantin dengan makanan yang sudah tersaji di atas meja. Zarina sudah dengan lahap menyantap makanan miliknya, nampaknya gadis itu benar-benar merasa lapar dari cara makannya yang memang seperti orang yang belum menemukan makan selama berhari-hari. "Pelan-pelan kali, Na makannya. Gak akan ada yang mau ambil makanan lo juga" tegur Safiyya karena Zarina memakan makanannya dengan terburu-buru. "Gue laper banget Fiya, lo kan tahu tadi pagi kita belum sarapan" jawab Zarina dengan mulut yang di penuhi makanan. Safiyya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya ini. "Awas keselek!" Ingatkan Safiyya. "Ngga.. uhuk.. uhuk!" Ucapan Zarina pun terpotong karena gadis itu tersedak makanannya sendiri, karena ketika mulutnya masih penuh dengan makanan gadis itu masih saja terus berbicara dan membuat makanannya tersangkut hinggs terjadilah gadi itu ternatuk-batuk karena tersedak. "Nah kan, apa gue bilang!" Omel Safiyya seraya menyodorkan satu botol air mineral lada sahabatnya ini. Zarina pun meminum air mineral yang di berikan oleh Safiyya, dan dengan segera meneguknya hingga tandas setengah botol. Safiyya beranjak dari duduknya, meraih buku-bukunya yang berada di atas meja. "Makannya pelan-pelan gah usah buru-buru kaya gitu. Gue mau ke perpustakaan dulu, kalau lo mau balik duluan, balik aja gue masih lama!" Ujar Safiyya seraya beranjak dari berjalan meninggalkan kantin. Sedangkan Zarina yang tidak tahu apa-apa hanya bisa terdiam memperhatikan sahabatnya ini berbicara, dan detik selanjutnya saat dia tersadar dengan apa yang Safiyya ucapkan barilah gadis itu berkomentar, tetapi percuma karena sahabatnya Safiyya sudah tidak ada di sana. "Safiyya, kenapa gue di tinggal!" Teriaknya percuman karena Safiyya sudah tidak ada disana. Safiyya sedang berjalan di antara rak-rak buku yang berjejer, dia tengah mencari referensi buku untuk tugasnya, setelah menemukan beberapa buku yang dia cari, gadis itu pun berjalan mencari tempat duduk agar dirinya bisa membaca dengan santai. Di pojokan dekat jendela terdapat kursi kosong yang nampaknya terlihat nyaman jika dirinya membaca di sana, karena menyajikan pemandangan indah taman dengan danau buatan yang tenang di sana. Safiyya membuka lembar demi lembar buku, dia begitu serius, dan begitulah Safiyya, jika dotinya sudah belajar dan larut di dalamnya, maka hadis itu akan sangat fokus dan lupa sekitarnya, hingga saat ada seseorang yang terduduk di depan kursinya pun gadis itu tidak akan mengetahuinya. Safiyya semakin larut dalam membaca hingga dia lupa waktu, dan saat tersadar ternyata jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Safiyya merasa sedikit kaget karena dia belajar cukup lama sekali, dari jam dua siang tadi hingga jam lima sore. Gadis ktu segera merapihkan beberapa buku dan kembali menyimpannya di antara rak-rak buku yang berjejer, setelah selesai gadis itu pun pergi meninggalkan perpustakaan. Safiyya tidak menyadari jika sedari tadi ada seseorang yang memperhatikannya, namun pria itu masih canggung jika harus mengajak Safiyya berkenalan, karena gadis itu yang terlalu fokus saat belajar, menjadikan pria yang memperhatikannya pun menjadi merasa malu sendiri. Biarkanlah, seiring waktu berjalan pasti akan ada waktu yang pas nanti. Dan semoga ketika saat itu tiba, masih ada kesempatam untuk dirinya bisa kenal lebih jauh dengan gadis tadi. Safiyya sudah sampai di depan pintu apartemen, memasukan beberapa kode di atas handle pintu dan pintu pun terbuka ketika sudah terdengar bunyi 'tit'. "Assalamualaikum!" Salam Fiya ketika dirinya sudah berada di dalam apartemen, gadis itu membuka sepatunya menggantinya dengan sandal rumahan lalu menyimpan dengan rapih sepatu yang sudah dia kenakan di rak sepatu yang sudah dirinya juga Zarina siapkan. Safiyya melangkahkan kaki masuk lebih ke dalam, satu pemandangan saat dirinya tiab di ruang televisi, banyaknya kertas yang di remas-remas memebentuk bulatan berserakan di ruangan ini. Kedua mata Safiyya membulat sempurna kala melihat pemandangan seperti ini. Dan Safiyya sudah sangat hafal jika ini semua pasti kelakuan sahabatnya Zarina yang sedang membuat karya terbarunya namun nampaknya gadis itu sedang tidak dalam pemikiran yang tenang. "Na, lo apa-apaan ini?" Tanya Safiyya dengan mata yang menelisik segala penjuru yang menampilkan bulatan-bulatan kertas, dan kepala yang gadis itu gelengkan. Zarina tetap asik dengan karyanya yang masih belum mendapatkan inspirasi, dengan pensilnya yang tengah menari-nari indah di atas kertas dengan coretan-coretan yang belum mendapatkan ide. "Mandi, kita jalan-jalan keluar nyari jajanan!" Ucap Safiyya yang mengerti dengan apa yang sedang di rasakan oleh sahabatnya. Zarina hanya membutuhkan udara segar, mungkin gadis itu terlalu suntuk hingga dia tidak mendapatka ide sama sekali. Karena Zarina ssngat jarang sekali seperti ini, jika tidak ada masalah atau merasa pikirannya suntuk. Gadis itu pun langsung menyimpan pensilnya ke atas kertas, lalu mendongakan kepalanya ke atas dengan punggung yang dia sandarkan pada kursi. Sedangkan Safiyya berjalan menuju kulkas, mengambil dua botol minuman ksleng bersoda berwarna hijau dan memberikannya satu botol kepada sahabatnya. "Minum, biar otak lu adem!" Ucap Safiyya seraya mendudukan dirinya di atas sofa dengan tangan yang sibuk membuka tutup botol lalu menegukanya. Zarina mengambil botol minuma kaleng yang di berikan sahabatnya, lalu membuka tutupnya lalu meneguknya lumaya banyak. "Kalau lagi suntuk tuh jangan di paksain, yang ada hasilnya malah kaya gini kan, ngabis-ngabisin kertas aja tau gak!" Omel Safiyya, namun hanya di balas dengan hembusa nafas lelah dari sahabatnya ini. "Mending sekarang lo mandi, sudah mau maghrib juga kan, habis gitu temenin gue keluar nyari jajanan, pengen jajan nih gue!" Kata Safiyya, detik selanjutnya gadis itu pun beranjak dari duduknya dan berjalan masuk ke kamarnya meninggalkan minuman kalengnya di atas meja yang terdapat banyak tumpukan kertas. Zarina memperhatikan pergerakan sahabatnya dan detik selanjutnya gadis itu pun mengikuti sahabatnya Safiyya, beranjak dari duduk bersilanya, lalu berjalan menuju kamarnya, mengikuti intruksi yang sahabatnya katakan tadi. Keduanya pun tengah bersiap di kamarnya masing-masing, dan tidak lupa mereka menunaikan kewajiban mereka sebagai muslim untuk melaksanakan 5 waktunya. Setelah selesai dengan semuanya barula kedua sahabat ini melangkahkan kakinya keluar kamar, dengan setelan rumahan khas mereka masing-masing, dan tidak lupa mereka pun mengenakan sweater agar tubuhnya tidak kedinginan karena angin malam yang berhembus begitu kencang, juga menusuk ke dalam tulang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN