Sudah genap sebulan Safiyya dan Zarina menjadi seorang mahasiswi, dan selama itu pula keduanya di sibukkan dengan tugas mereka masing-masing, Zarina sedang marancang sebuah gaun indah sebagai bagian dari tugas yang di berikan oleh dosennya, gadis itu lebih sering mengerjakan tugasnya di taman, dan terkadang dia pun meminta di temani oleh Safiyya.
Dan untuk Safiyya, gadis itu akan lebih banyak menghabiskan waktunya di perpustakaan, pernah sekali waktu dia mengajak Zarina untuk mengerjakan tugasnya di perpustakaan, namun gadis itu menolaknya karena dia memang sangat anti sekali dengan yang namanya perpustakaan.
Seperti saat ini, keduanya tengah mengerjakan tugas mereka masing-masing di tempat yang berbeda, Safiyya yang merasa tenang dan khusu jika berada di perpustakaan, dan untuk Zarina sendiri dia lebih suka dan merasa tenang jika berada di taman kampus, di temani oleh terpaan angin dan juga keadaan taman yang begitu asri.
Untuk Safiyya, gadis itu tengah teduduk di atas kursi dengan perhatiaan tertuju pasa tulisan yang tercetak di buku, namun detik selanjutnya kedua iris mata Safiyya menatap seorang pria tampan yang tengah terduduk di atas kursi di depan kursinya.
Cukup lama gadis itu menatap pria di hadapan dirinya, namun dengen secepat kilat dia menggelengkan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Wajah Safiyya meringis seperti menahan malu.
"Bodoh!" Rutuknya pelan pada diri sendiri.
"Tapi wajahnya bikin mata gue pengen lihat lagi" lanjut Safiyya pada dirinya sendiri, dengan senyuman yang tertahan dsn bibir yang dia tekuk.
Sekali lagi Safiyya menggelengkan kepalanya mengusir pikiran-pikiran yang terlintas pada benaknya, dan kembali membaca buku yang memang tengah dia baca. Tetapi semua itu di rasa percuma, karena nyatanya Safiyya sudah tidak bisa fokus dengan buku yang tengah dia baca, kedua matanya terus saja ingin menatap pria yang berada di hadapannya.
Sedikit mencuri lirikan agar bisa melihat wajah yang membuat dirinya terus saja ingin menatapnya wajah pria di hadapanya ini. Dan pada akhirnya Safiyya pun memutuskan untuk beranjak dari atas kursinya dan meninggalkan perpustakaan ini, gadis itu meminjam buku ke perpustakaan untuk dirinya baca nanti ketika di rumah.
Safiyya sudah berada di meja petugas perpustakaan, dia harus laporan dahulu kepada petugas meminjam buku apa saja, dan harus di kembalikan pada tanggal berapa nanti. Sistem peminjaman buku di perpustakaan rata-rata seperti itu, di berikan jangka waktu agar semua buku-buku milik perpustakaan tetap terjaga dan setiap para peminjam buju harus bisa menjaga buku tersrbut, sehingga saat dikembalikan nanti kondisinya masih sama seperti saat awal di pinjamkan.
Setelah Safiyya selesai dan gadis itu keluar dari perpustakaan, pria yang tadi duduk di depannya pun juga ikut beranjak dan keluar dari perpustakaan ini. Nampaknya Safiyya belum menyadari jika sang pria yang tadi dirinya lihat sering berada di perpustakaan dan selalu duduk tepat di hadapan dirinya, atau di sebelahnya. Karena Safiyya yang selalu saja asik sendiri jika sudah berada di perpustakaan, apalagi gadis itu sudah mengerjakan tugasnya, maka dia tidak akan peduli dengan orang di sekelilingnya dan akan fokus pada apa yang dia kerjakan.
Namun, berbeda untuk hari ini, sepertinya dia sedang tidak fokus dan menjadikan Safiyya tanpa sengaja harus melihat sosok pria tampan yang berada di depannya ini, dan itu semua benar-benar mengganggu konsentrasinya.
Kini gadis itu sudah sampai di taman kampus, mencari keberadaan sahabatnya Zarina, dia sudah membeli dua botol kaleng minuman untuk dirinya dan juga sahabatnya itu, namun ternyata sahabatnya itu sudah tidak berada di taman kampus, harusnya di jam-jam segini sahabatnya itu masih berada di taman. Mungkin dia sedang ada urusan lain jadi gadis itu sudah tidak ada di sekitaran taman. Ketika gadis itu akan menghubungi sahabatnya, seperti biasa ponselnya kekurangan daya a.k.a low baterai.
"Kebiasaan buruk banget Fiya! Kenapa gak di chars tadi pas di perpus" Gerutunya pada diri sendiri.
Akhirnya gadis itu pun meminum satu kaleng botol minumannya, sambil terduduk di taman kampus dan menikmati hembusan angin juga indahnya taman yang di kelilingi pepohonan hijau yang besar sehingga membuat sejuk dan rindang taman ini, tak lupa beberapa pohon bunga dengan warna dan jenis yang berbeda-beda mempercantik keindahan taman ini.
Seseorang terduduk di samping Safiyya, karena posisi Safiyya yang terduduk di kursi besi panjang taman kampus ini. Fiya yang menyadari adanya pergerakan di sampingnya pun menolehkan kepalanya menatap siapa orang yang duduk bersama gadis ini.
Dan betaps terkejutnya Safiyya kala melibat wajah seseorang yang terduduk di samping dirinya, dan itu adalah pria yang sama yang tadi dia temui di perpustakaan. Fiya merasa sedikit salah tingkah dan canggung, apa lagi ketika tangan pria itu terulur dan memperkenalkan namanya.
"Hafiz" kata pria itu membuat Safiyya sedikit kaget dan menatap lengan di hadapannya. Untuk sejenak Safiyya merasa kahet dan shock karena ada seseorang yang mengajak dirinya berkenalan dan apa lagi itu adalah seoranh pria, tampan pula.
Dengan perlahan Safiyya menjabat tangan Hafiz lalu memperkenalkan namanya.
"Safiyya" Hafiz pun tersenyum kala Fiya memeperkenalkan dirinya pula, satu sudut bibkrnha terangkat.
"Kenapa pindah ke taman?" Tanya Hafiz.
Dan nampaknya Safiyya sedikit gugup di tanya perihal sepeeti itu kepada dirinya, karena pasalnya dia msmutuskan keluar dari perpustakaan karena sudah tidak bisa berkonsentrasi, dan semua itu karena pria yang berada di sampingnya ini.
"Em, lagi suntuk aja si" jawabnya dengan senyuman canggung tercetak di wajahnya.
Hafiz pun menganggukan kepalanya dengan bibir yang berbentuk huruf dan kepala yang dia angguk-anggukan.
"Ka-kamu sendiri ngapain ada di sini?" Kini giliran Safiyya yang bertanya.
"Lagi pengen aja duduk di taman, kebetulan ada kamu!" Jawab Hafiz, membuat Safiyya mengkerutkan keningnya dengan mata yang menatap pria di depannya ini.
"Maksudnya, kebetulan ada kamu orang yang aku tau tetapi belum aku kenal, jadi sekalian kenalan biar kita sama-sama kenal. Aku kenal kamu, dan kamu juga kenal sama aku" ujar Hafiz.
Safiya pun hanya bisa mengangkat satu alisnya lalu satu sudut bibirnya menyungging ke atas, tidak tahu kenapa, tetapi pria ini berhasil membuat Safiyya tersenyum begitu saja. Seperti ada yang berbeda dari pria yang baru dia kenal tadi itu.
Fiya memberikan satu kaleng botol minuman yang tadi dia beli, dan memberikannya kepada Hafiz. Dari pada di buang-buang begitu saja kan.
"Lagi nunggu orang?" Tanya Hafiz ketika Safiyya memeberikan satu kaleng minuman kepada dirinya.
Safiyya pun menggelengkan kepalanya. "Lalu?" Tanya Hafiz singkat.
"Ya, iseng aja beli dua tadi!" Jawab Safiyya nyeleneh.
Hafiz pun mengangguk-anggukan kepalanya, dengan sedikit satu sudut bibir yang terangkat. "Oh oke!" Jawab Hafiz sembari mengambil minuman yang di berikan oleh Safiyya.
"Tenang, gak beracun kok!" Ucap Safiyya karena Hafiz belum membuka kaleng minuman yang dia berikan tadi, pria itu hanya menatapnya saja, gadi itu pun kembali meneguk minumannya kembali.
Hafiz yang mendengar itu pun hanya bisa tersenyum tipis, dan membuka penutup kaleng minumannya. Mungkin ini akan menjadi awal dari kedekatan mereka berdua, Hafiz tidak menyangka bisa dekay seperti ini dengan wanita yang dia sukai dari saat pertama melihatnya ketika ospek waktu itu.
Ya, Hafiz adalah pria yang sering memperhatikan Safiyya saat ospek waktu itu, diam-diam Hafiz selalu memperhatikan Safiyya dan di tambah mereka pun teman satu jurusan dan satu kelas pula, namun sepertinya Safiyya tidak akan menyadari itu.
"Kalau boleh tahu kamu dari jurusan apa?" Tanya Safiyya.
Hafiz menyunggingkan satu sudut bibirnya, benar saja dugaanya bahwa wanita di sampingnya ini belum mengetahui jika mereka satu jurusan.
"Management!" Jawab Hafiz, membuat Safiyya mengkerutkan keningnya.
"Pantas saja wajah kamu kaya gak asing, ternyata kita satu Jurusan!" Sahut Safiyya tidak percaya dengan dirinya yang tidak begitu mengenali teman satu jurusannya, Fiyya, Fiyya.