SM 8

1014 Kata
"Fiya, gue tunggu di kantin ya!" Kata Zarina dari sambungan telepon. "Ok, gue on the way" sahut Safiyya. Gadis itu merapihkan buku-bukanya yang berada di atas meja, memasukkannya ke dalam tas dan sebagian bukunya dia pegang. Fiya pun melangkahkan kakinya keluar kelas menuju kantin dimana Zarina sudah menunggunya. Hafiz yang melihat Zarina keluar kelas pun mengikuti langkah gadis itu, namun langkah Hafiz harus terhenti karena panggilan seseorang, dan pria itu pun harus kehilangan Safiyya yang entah akan pergi kemana. "Woy!" Ucap Safiyya mengagetkan Zarina, membuat sahabatnya itu tersedak minuman. "Uhuk, uhuk! Fiya, rese banget lo ya!" Omel Zarina. Dan Safiyya hanya memasang cengiran lebarnya seraya mendudukan dirinya di atas kursi, dan menyimpan buku yang dia pegang di atas meja. "Makasih mba!" Ucap Safiyya kala pesanannya tiba, sebelum gadis itu menghampiri Zarina, dia memesan makanan serta minumannya terlebih dahulu agar tidak menunggu terlalu lama. "Jalan yuk, Fiy. Suntuk gue tiap hari di sibukin sama tugas-tugas mulu, kita nonton gitu, atau shopping, pokoknya ngapain aja deh biar gue gak suntuk ni. Otak gue udah ngelag Fiyaa!" Keluh Zarina, karena selama mereka menjadi seorang mahasiswi keduamya jarang sekali menghabiskan waktu untuk jalan-jalan atau hanya sekedar nongkrong. Safiyya mendengarkan keluhan dari sahabatnya ini sembari menikmati makanannya, tanpa terganggu sama sekali. Zarina pun mengalihkan pandanganya menatap sang sahabat. "Lo pasti bosen juga kan tiap beres kelas lari ke perpustakaan terus, dan otak lo juga pasti suntuk tuh di suruh mikirin tugas-tugas mulu!" Tebak Zarina. Dan jawaban dari Safiyya pun membuat Zarina kesal, karena sahabatnya itu menggelengkan kepalanya ditambah dengan senyuman polos yang menambah kekesalan pada diri Zarina yang melihatnya sebagai jawaban dari pertanyaan yang dia ajukan. "Fiya ih lo mah gitu!" Rengek Zarina, karena ternyata Safiyya tidak merasa bosan dengan aktifitas dan kegiatan gadis itu selama ini yang terus di suguhkan dengan tugas-tugas setiap harinya. Safiyya meneguk minumannya setelah makanannya habis, hanya menyisakan piring serta sendok dan garpu saja. "Gue gak bisa nemenin lo hari ini, tugas gue masih banyak banget, lain kali kita ngemall deh ya" sesal Fiya karena dia benar-benar tidak bisa menemani sahabatnya berjalan-jalan hari ini. Zarina memasang wajah kecewanya di barengi dengan hembusan nafas yang dia keluarkan. "Lo mau kemana?" Tanya Zarina. "Perpustakaan, atau lo ikut aja ke perpustakaan sama gue, yuk!" Ajak Safiyya seraya menarik lengan Zarina, namun Zarina menolaknya dengan tubuh yang dia buat seolah olah lemas. "Sekali-kali lo ikut gue ke perspu, Na. Biar lebih berfaedah juga kerjaan lo!" Ucap Safiyya. "Duh, nanti deh nunggu dapet hidayah aja gue! Ya udah, sono gih ke perpus, gih dah sono!" Usir Zarina membuat Safiyya menyunggingkan satu sudut bibirnya. "Yakin, gak mau ikut ke perpus ni?" Tanya Safiyya kembali meyakinkan Zarina, namun lebih tepatnya meledek sahabatnya ini. "Gak usah banyak omong, Fiy. Udah sono gih, sono!" Usir Zarina seraya mengibas-ngibaskan tangannya. Sudah pernah di bilangkan, jika Zarina ini paling anti sekali dengan yang namanya perpustakaan. Jadi mau sekeras apa pun Safiyya mengajak Zarina, wanita itu tetap pada pendiriannya, mungkin jika suatu saat nanti dia benar mendapatkan hidayah dari dirinya sendiri, dia akan menginjakan kakinya di perpustakaan. Safiyya beranjak dari duduknya, tidak lupa gadis itu mengambil buku yang tadi dia letakan di atas meja lalu menggenggamnya. "Ya udah, gue ke perpus dulu ya, bye Zarina!" Pamit Safiyya seraya melambaikan tangannya pada sahabatnya itu, Zarina pun hanya menganggukan kepalanya saja. Entahlah apa yang akan Zarina lakukan saat ini, dia benar-benar butuh mengrefresh otaknya agar segar kembali dan bisa menciptakan karya-karya indah lainnya. Sebenarnya Zarina memiliki teman di kelasnya, namun jika untuk di ajak berjalan-jalan Zarina belum menemukan ke klopan dalam dirinya, sehingga akan sangat begitu jarang bagi Zarina untuk pergi bersama teman-teman sekelasnya. Dan Safiyya, gadis itu akan selalu di sibukkan dengan berbagai macam tugas yang di berikan oleh dosennya, di tambah dia pun harus bisa mempertahankan nilai-nilainya, jika dia masih mau terus mendapatkan beasiswanya. Safiyya sudah berada di dalam perpustakaan, gadis itu terduduk di kursi yang biasa dia tempati, dekat jendela yang memperlihatkan indahnya danau buatan yang berada di taman kampus ini. Di atas mejanya sudah terkumpul beberapa buku tentang management. Seperti biasa, jika dia sudah bergelut dengan tugas dan pelajaran, makan gadis itu akan sangat serius dalam mengerjakannya sampai-sampai dia tidak menyadari adanya seseorang yang baru saja tiba dan mendudukan dirinya di atas kursi di hadapan Safiyya. Pria itu memang selalu sengaja mendudukan dirinya di hadapan Safiyya, siapa lagi jika bukan Hafiz Revano. Semenjak kejadian waktu itu di taman Hafiz menjadi ingin lebih dekat lagi dengan Safiyya dan asal kalian ketahui, jika Hafiz sudah mulai menyimpan perasaan untuk Safiyya, namun pria itu tidak berani untuk mengungkapkannya. Sudah hampir satu setengah jam Safiyya larut dalam bukunya, hingga matanya merasa lelah dan ingin beristirahat. Safiyya memejamkan matanya, dengan tangan yang di rentangkan ke depan dan juga kepala yang dia gelengkan ke kiri dan ke kanan. "Huh!" Hembusan nafas lelah Safiyya keluarkan, dan betapa terkejutnya dia kala kedua bola mataya melihat pria ini lagi. "Kamu?" Tunjuk Sfiyya. Hafiz pun tersenyum seraya menyodorkan satu botol minuman berkaleng yang tidak mengandung soda, Hafiz mengangkat kedua alisnya sengaia tanda agar Safiyya mengambil minuman yang dia berikan tadi. Safiyya pun mengambil minuman tersebut, karena kebetulan gadis itu sudah merasakan haus. "Thank's ya!" Kata Safiyya dan di balas anggukan kepala serta senyuman manis yang pria itu tunjukan. "Ko tumben baru ke perpus jam segini?" Tanya Hafiz yang merasa penasaran kemana perginya Safiyya tadi. "Kepo!" Sahut Safiyya. Membuat Hafiz menggelengkan kepalanya, ternyata tidak mudah mengali informasi tentang gadis ini. Safiyya hanya memasang senyumannya setelah menjawab pertanyaan Hafiz tadi. Safiyya meneguk minumannya kembali, dan mereka pun saling berbicara satu sama lain, keduanya pun mulai terlihat dekat antara Hafiz dan Safiyya, nampaknya mereka menemukan kecocokan antara Safiyya juga Hafiz, tetapi karena keduanya tengah berada di perpustakaan maka mereka berdua tidak bisa mengobrol leluasa dan panjang lebar, karena dalam perpustakaan ini tidak boleh ada kebisingan, jika mereka terdengar oleh petugas penjaga perpus maka siap-siap saja, mereka akan di suruh keluar dan bisa melanjutkan obrolan mereka diluar sana sepuasnya, karena perpustakaan ini tempat orang belajar dan juga membaca, karena kedua hal itu sangatlah membutuhkan ketenangan hati juga pikiran. Maka dari itu setiap perpustakaan pasti sangatlah hening dan damai.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN