Hari Pertama Sekolah
"P-pak tunggu.." Rika mencoba melepaskan tangan Pak Dimas yang berada di pinggangnya. Tapi, tak bisa terlepas. Rika merasakan Pak Dimas mulai menjilati tengkuk leher Rika, spontan Rika langsung memutar tubuhnya agar berhadapan dengan Pak Dimas. Melihat Rika yang sudah menatap Pak Dimas, ia hendak mencium Rika. Dengan cepat Rika menutup mulutnya menggunakan tangan kiri, dan tangan kanannya menahan bahu Pak Dimas agar tidak terlalu menempel pada Rika. Nafas Pak Dimas sudah menggebu gebu, matanya terlihat sayu tapi juga mengartikan tatapan yang sangat buas. Pak Dimas mengeratkan pelukannya, begitu juga dengan Rika yang tetap menahan bahu Pak Dimas agar tubuh Pak Dimas tidak menempel pada Rika.
...
Di pagi hari, matahari sudah menghantam wajah manisku yang sedang tertidur. Dan dengan sangat mengganggu "triririinggg.." bunyi alarm menghantam telinga ku. Dengan gelisahnya aku mengambil alarm dan melihat "Apa!! Sudah jam 7!! Kenapa kakak tidak membangunkankuuu!!" Teriak Rika.
"Kakak sudah membangunkanmu sayang, tapi kau terlihat seperti hewan yang sudah mati dan tidak mau membuka mata" balas Ali, kakaknya Rika.
...
Namaku Rika Risnani, aku sudah kelas x. Dan pertama ini, aku sudah mau telat masuk sekolah karena kesiangan, dan karena tidak di bangunkan oleh kakakku. "Hei aku dengar itu!!" ucap Ali.
Hahahhaha.. senang sekali menjahili kakak sendiri. Oh ia lanjut tentang diriku, aku bersekolah di SMA First Jaya, dan kau tau aku di paksa kakakku untuk bersekolah di sini. Huhhh!! Sangat menyebalkan.
...
"Kakak, aku berangkat ke sekolah dulu yaa.."
"Hei, kau tidak sarapan?"
"Tidak kak, aku sudah telat. Aku sarapan dikantin saja, dadahh kakkk.."
"Haiiihhh dasar anak ini, ya sudah hati-hati di jalann.."
"Iya kakkk..."
...
Aku berlari tergesa-gesa menuju sekolah, dan jika kau berpikir kenapa aku tidak naik bis? Karena jarak rumah dan sekolahku lumayan dekat, jika aku berlari dengan kencang..
Dan tiba-tiba aku terjatuh karena tersandung batu, lututku mencium jalan trotoar yang sangat kasar, dan bodohnya,
" Auuuu.. sakiiitt.. huhhhh.. siapa sih yang narok batu di tengah trotoar kayak gini, ehh batu kamu nggak nengok apa ada orang yang lari kayak gini, gak bisa minggir yaaa?!! Duuhh sakit banget lututkuuu.."
" Tau' ah, lari aja lagi, kalo gerbang udah tutup bisa bahaya nih,,baru pertama sekolah aja udah telat kayak gini,,huuhh"
Rika lari dengan kaki agak terpincang-pincang, setelah sampai di depan gerbang sekolah, dan ternyata...
"Gerbangnya mau di tutuuppp!!.."
Dengan tergesa-gesa Rika berusaha untuk cepet masuk ke sekolah, dan untungnya dia masuk ke sekolah pas gerbangnya di tutup.
"Syukur-syukur, untuk gerbangnya hampir aja ditutup, langsung cari kelas aahh.." ucap Rika sambil mengelus d**a.
Dan entah mengapa, dia lupa masalah kakinya yang terjatuh tadi. Apa karena dia berhasil masuk sekolah tanpa telat? Hemm mungkinn iyaaa..
Ketika berjalan dikoridor sekolah, dia menabrak pintu kaca yang sangat bersih dan putih itu, sangking bersihnya hampir tidak terlihat seperti kaca. Rika membuat kaca itu kotor dengan timbul bercak wajahnya yang menempel di pintu kaca.
"Aduhh mukakuu..sakiitt.. kenapa sihh kok hari ini aku sial bangettt..cckkk" ucap kzl Rika
Rika terus mengusap wajahnya,,tidak lupa juga dia mengusap pintu kaca itu hingga bercak rupa wajahnya menghilang.
...
Setelah sampai di depan mading sekolah dia melihat-lihat dimana letak namanya berada. Dan namanya menempatkan di nomor urut 10, yang tertuju kekelas IPA 1.
"Kenapa aku masuk ke kelas IPA 1, padahal otakku di bawah rata-rata. Hmmm.... biarlahh yang penting dapat kelass."