Rasa penat karena seharian bekerja ternyata membuatnya tak betah berlama-lama berada di kantor. Ia melihat waktu di jam tangannya yang menunjukkan pukul tiga sore. "Baru jam tiga dan aku sudah penat bukan main" Andra menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia menghela napas lelah dan bersandar pada punggung kursi. Sudah tiga bulan ia makan siang sendiri tanpa istrinya. Meskipun merasa kesepian dan jelas terasa berbeda, namun egonya yang tinggi membuatnya menepis semua rasa kesepian itu. Ia yakin betul Renata pelakunya dan berharap hasil penyelidikan lebih cepat ia ketahui dan ia jadi lebih mudah untuk mendaftarkan perceraiannya untuk yang kedua kalinya. "Kalau memang yang Papa pilihkan itu baik, kenapa Renata berbuat seperti ini?" Andra menerka. Diana yang masuk secara tiba-tiba membuat lamunanny

