DUA PULUH TUJUH

1012 Kata

Bandung. Dingin nan sejuk menyambut mereka semua. "Kita pindah ke Bandung aja yuk" ucap Rino. "Iya Ma, pindah yuk dingin ma. Adem" Reno juga berdecak kagum menikmati udara dingin kota Bandung. "Kakakmu hamil besar gini kamu suruh kita pindahan" sewot Dewi pada dua putra kembarnya. Keduanya hanya manyun setelah ibunya menjawab dengan sewot. "Kamu cepat lahir ya! Nanti Om ajak kamu ke Bandung. Tapi ongkosnya Mama kamu yang tanggung" celetuk Reno pada perut buncit Renata. "Kalau kamu yang ajak ya kamu yang tanggung ongkosnya juga dong!" Renata menoyor kepala adiknya itu. "Ini kunci kamarnya. Mama dan Papa di kamar 309, Renata di 310 dan kalian di 311" ucap Hardi sambil memberikan kunci kamar setelah check-in di hotel tersebut. "Keluarga Om Danar juga menginap di sini" ujar Hardi. "Kecuali su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN