Saat makan siang tiba, Dicka ingin mengajak Fiona untuk makan siang di luar kantor. Namun ternyata Dicka melihat Fiona sedang tertidur pulas di sofa. “Yah, kok malah tidur. Heemm… kamu terlihat sangat cantik kalau lagi tidur begini.” Dicka mencium kening Fiona. “I love you sayang.” Tiba-tiba Fiona terbangun. “I love you too sayang.” “Hah? Kamu udah bangun?” “Udahlah. Kamu ganggu sih.” “Hehehe. Maaf sayang. Ini udah siang, kan waktunya makan siang. Niatan mau bangunin kamu buat makan tadi.” “Nakal lagi. Pake diem-diem nyium. Nih hukuman buat kamu karena kamu udah nakal diem-diem nyium aku.” Fiona mengecup bibir Dicka. “Wah ini adalah hukuman ternikmat yang pernah aku dapat.” Mereka melanjutkan ciuman mereka hingga beberapa saat. Tiba-tiba ada orang yang menyelonong memasuki ruangan

