Tiga Puluh Sembilan

1542 Kata

Keesokan harinya. “SAYAAANG!!! Ayo cepetan mandinya. Lama banget sih?” Teriak Fiona dari balik pintu kamar mandi. “Iya sayang sebentar.” “Ngapain aja kamu? Kok lama banget. Nggak lagi nyolo kan?” “Astaga… iya sayang ini lagi pake semfuck. Ya nggaklah sayang. Udah ada kamu ngapain nyolo.” “Ya udah cepatan. Entar kamu telat.” “Iya sayang. ini udah selesai kok.” Dicka pun keluar dari kamar mandi. Betapa terkejutnya Dicka saat melihat Fiona yang berada di balik pintu amar mandi dengan mengenakan dress dan dandan cantik. “Sayang? Kesambet apa tumben-tumben sepagi ini kamu udah cantik begini? Emang mau kemana? Mau kuliah?” “Nggak, hari ini nggak ada kuliah. Dosennya lagi pergi keluar negeri, jadi libur kuliahnya.” “Terus mau kemana? Katanya nggak mau jadi cewek?” “Mau ikut suami aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN