Kini Dicka dan Fiona telah telah sampai di rumah mereka. Fiona menatap rumah yang beberapa hari telah ia tinggalkan. Mereka berjalan bersama memasuki rumah. Rasanya seperti udah lama banget Fiona telah meninggalkan rumah ini. Ia juga sangat senang akhirnya bisa kembali lagi ke rumah penuh dengan kenangan ini. “Selamat datang kembali di rumah kita zheyeng.” Ucap Dicka dengan senyum merekah dan muka sok imut. “Dih nggak usah sok imut gitu bisa nggak sih. Kan gue gemes jadinya. Ahhh… Akhirnya gue masuk di rumah ini lagi.” “Ya lo sih. Sok-sokan minggat dari rumah. Udah tahu punya suami, malah ditinggal pergi gitu aja.” “Semua kan gara-gara lo. Lo nya yang diemin gue. Gue mau jelasin, lo nya manyun terus kek monyer. Ya udah gue pergi aja, daripada lo diemin gue. Serasa tinggal serumah sama

