Sepuluh menit yang lalu Dicka memasuki ruang ujian. Dihadapannya kini sudah ada 4 dosen penguji. Meskipun ia sudah dengan matang dan sudah sangat siap menghadapi ujian ini, namun rasa gugup dan tegang masih menghantuinya. Berulang kali ia menarik nafas dalam-dalam untuk menetralisir kegugupannya. Di luar ruangan tempat Dicka melaksanakan ujian skripsi terdapat banyak cewek yang juga dengan setia menunggu dan memberi semangat kepada Dicka, termasuk Asna. Bahkan sebelum Dicka masuk ruangan Asna memberinya minum dan memberinya semangat dengan memeluknya. Dicka pun kaget karena tiba-tiba saja Asna memeluknya. Di sisi lain ada Fiona yang sedang memandang dari kejauhan pintu ruangan Dicka ujian. Fiona melihat adegan Dicka dan Asna berpelukan. Entah mengapa Fiona rasanya kesal sendiri. “Itu bu

