Dua Puluh Satu

1079 Kata

Tiga minggu kemudian. Semenjak malam itu, hubungan mereka bukan semakin dekat, namun mereka malah semakin jauh. Entah mengapa sikap Fiona menjadi aneh. Ia seperti mencoba untuk selalu menghindar dari Dicka. Ia juga jarang sekali di rumah. Fiona selalu pergi di pagi hari dan pulang setelah malam tiba. Dicka juga menyadari perubahan sikap Fiona. Padahal dua hari lagi ia akan melaksanakan perayaan kelulusannya menjadi seorang mahasiswa alias wisuda. Seperti halnya malam ini, Fiona pulang tepat pukul jam 10 malam. Ia masuk ke rumah tanpa menyapa Dicka yang dari tadi menunggunya di ruang tamu. “Lo baru pulang?” Tanya Dicka. Fiona pun menghentikan langkahnya. “Iya.” “Memang lo dari mana saja malam-malam begini baru pulang.” “Basecamp.” Jawab Fiona singkat. “Fiona?” “Apa?” “Gue mau ngomo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN