“Fisma, Kai, gue pengen bicara sama kalian.” Kini Fiona, Fisma, dan Kai duduk menyendiri dari teman yang lainnya. Fisma dan Kai adalah sahabat yang paling dekat dengan Fiona dantara teman yang lainnya. Tiba-tiba Fiona meneteskan air matanya. “Lah, lo kenapa nangis?” Tanya Kai. “Gue dilema Fis, Kai.” “Dilema kenapa?” “Gue bingung harus jujur sama Dicka atau nggak kalau udah sembuh. Gue udah inget semuanya.” “Kalau menurut gue, sebaiknya lo jujur aja.” “Tapi gue takut kalau Dicka ninggalin gue, kalau dia tahu kalau gue udah inget semuanya. Gue udah terlanjur nyaman dengan hubungan gue dengan Dicka yang sekarang. Gue takut kalau sikap dia akn berubah. “Kalau Dicka emang bener-bener mencinta lo. Dia akan menerima lo apa adanya.” Ucap Fisma. “Emang mau sampe kapan lo akan menyembunyika

