Entah kenapa hari senin itu cepet banget datengnya, padahal menunggu hari minggu aja lama banget rasanya. Pagi ini Dicka terbangun. Ia melihat ke arah jam dinding yang berada di kamarnya. “Hah? Jam 7. Mampus telat gue.” Dengan segera Dicka beranjak dari tempat tidurnya. Ia pun mandi dengan secepat kilat. Dicka bersiap-siap. Setelah rapi ia segera menuju ke mobil. Dicka membiarkan Fiona yang masih tertidur. Saat hendak masuk ke mobil, Dicka melihat ternyata ban mobilnya kempes. “Haish pakek kempes lagi. Mana udah telat banget.” Kesal Dicka. “Gimana dong ini? Kalau gue telat pasti nanti diomelin papih. Gue juga nggak enak sama karyawan-karyawan lain. Apa gue minta tolong sama Fiona aja ya.” Dicka pun kembali menuju kamarnya dan membangunkan Fiona. “Fiona!!! Fiona bangun dong.” “Apa

