Azka sudah tahu keputusan besar Yasmin untuk pindah agama sebelum Mami di rawat di rumah sakit. Dia jelas terlihat senang, aku melihat sendiri ketika Azka memberi kado spesial untuk Yamin. Aku penasaran, rasa penasaranku tak dapat kudiamkan sampai akhirnya aku memaksa Yasmin memberitahuku. “Mukena, Salwa! Udah ya, jangan ganggu aku lagi.” Katanya dengan nada sedikit kesal. Aku tertawa puas mendengar amukannya. Romantis sekali laki-laki itu. Bisa kupastikan wajah Yasmin saat menerima kado berharga itu pasti merona merah dan hatinya berbunga-bunga. Serapat apapun persembunyian cinta, lama-lama mungkin Azka akan menyadarinya. Entah kapan waktunya. Oh, betapa bodohnya Azka yang tidak melihat Yasmin sebagai seorang perempuan. Kurang apa saudar

