18. Tragedi

1660 Kata

Sore hari… Sudah lebih dari dua jam aku masih berkendara dengan perasaan sesak karena tangis. Air mataku tidak mau berhenti. Kesalnya, aku salah ambil jalan, lewat jalan lain ternyata membuatku tersasar hingga tiga kali atau bahkan lebih. Kini aku melewati jalan yang belum pernah aku lewati, asing dan jauh. Aku tidak memperhatikan bagunan apa saja yang berderet di sepanjang jalan yang sedang aku lintasi. Aku tidak punya waktu untuk sejenak tenang dan berpikir. Ponsel sejak tadi berdering sampai akhirnya mati sendiri, mungkin baterainya habis. Sebelumnya kulirik nama si pemanggil, Azka. Dia sudah pasti membuntutiku sejak tadi, dan aku telah berhasil lolos darinya walau harus tersasar berkali-kali. Mungkin dia sudah lebih dulu sampai di rumah Mami dan menungguku di sana. Lupakan dia, aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN