14. Kehilangan Kasihmu, Mami

1262 Kata

Setelah kejadian makan malam waktu itu, Mami memang mencurigai Yasmin, anaknya sendiri. Aku mendengar dari Agung kalau Mami sampai menyewa orang untuk memata-matai dan mengikuti kemanapun Yasmin pergi. Aku jadi sedih, begitu protektifnya Mami terhadap anaknya sendiri. Sampai-sampai harus berbuat seperti itu. Aku dan Yasmin melangkah ke kamar Mami. Aku akan membantu Yasmin membicarakan hal terpenting dalam hidupnya, tentang Yasmin yang sekarang sudah menjadi seorang muallaf. Jelas, Mami sudah tahu semuanya, beliau tahu lebih awal dari dugaanku. Aku dan Yasmin duduk mamatung di depan Mami. Tidak tahu harus memulai dari mana, sekadar bicara “A” saja mulutku seperti terkunci rapat. Tubuhku mendadak gemetar karena takut. Aku tidak punya fobia cemas menghadapi orang-orang, tapi berhadapan deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN