Suara gesekan dari folding door yang dibuka menarik perhatian Jasmine, matanya masih bermandikan air mata saat bertemu pandang dengan milik Saga. Pria itu mendudukkan dirinya di sisi Jasmine, menarik tubuhnya mendekat lalu mendekapnya begitu erat setelah memutar tubuh Jasmine hingga setengah membelakangi Saga. Napas berat yang Jasmine rindukan berembus kencang di telinganya, Saga lalu membenamkan wajahnya pada lipatan leher Jasmine. Entah apa yang sedang pria itu lakukan, mungkin saja dia ingin memberikan pelukan perpisahan sebelum mengurusi surat-surat perceraiannya. Entah, Jasmine tidak bisa berpikir apa-apa. Embusan napas hangat Saga sudah membuyarkan segala pelik di kepalanya, saat ini jika Saga ingin menyentuhnya untuk yang terakhir kali, maka dia harus bisa menikmati segalanya tanpa

