Chika tiba di kediaman kedua orang tuanya tak berhentinya dia tersenyum karena sudah sangat-sangat merindukan tempat ini
apa lagi dua orang paruh baya di dalamnya siapa lagi kalau bukan mama papa nya .
"Assalamualaikum mama papa anak kesayangan kalian datang ." dengan tersenyum langsung memeluk kedua orang tuanya secara bergantian .
matanya langsung tertuju pada orang yang duduk di depan nya .
" Wah kak Reza ada di sini juga " ujar Chika.
Chika langsung menyalami bunda dan Reza .
Bunda sangat terkejut dengan kedatangan sang wanita ini .
Bagaimana bisa ini terjadi kenapa selama ini aku tidak tau jika yang pernah dulu di jodohkan dengan Reza adalah Chika anak sahabatku waktu SMP .
Lain halnya dengan Irvan yang awalnya senang sekarang berubah menjadi marah tapi iya tahan karena di depan mertuanya .
" Ya Allah jeng jadi wanita cantik yang sempat akan kita jodohkan itu ternyata Chika , mereka sudah sangat mengenal jeng karena satu university di new York dulu " ujar bunda .
" Serius bunda ... hahahah mama gak pernah cerita sama aku " ujar Chika dia tidak tau bagaiman hati suaminya saat ini mendengar dia berkata seperti itu .
" Hehehe maaf ya sayang mama berfikir nanti kalau kalian menikah pasti kalian akan menetap di sana dan jarang balik ke Indonesia mama gak mau , karena Reza sudah memiliki bisnis banyak di sana pasti akan sulit mengatur waktu untuk kamu itu dalam pikiran Tante Reza maaf ya " mama tidak enak hati mengatakan sejujurnya .
Reza tersenyum dan mengangguk padahal hatinya sangat terluka "kenapa mama tidak bilang dari dulu ya kalau aku dijodohkan dengan Chika pasti aku terima dengan lapang d**a aku tidak tau wanita itu dia cinta pertama ku " .
" Tidak masalah Tan , mungkin memang bukan jodoh sekarang Chika sudah mendapatkan pendamping yang sempurna setia dan sayang padanya aku sangat bersyukur , akhirnya Chika bahagia dengan pilihannya.
Memang dulu aku pernah suka lebih dari adek tapi memang sulit untuk ku gapai. " ujar Reza menunduk dan menitipkan air matanya .
Susana jadi canggung Akhirnya papa memecahkan keheningan ini " ayo semua kita makan siang dulu yuk , sudah di siapkan oleh istri tercintaku masakannya sangat enak loh " ..
"Ah papa bisa saja mama jadi malu tau ." ujar mama tersipu .
Kami menuju ke meja makan Alif sudah aku letakan di depan televisi berdekatan dengan meja makan jadi bisa memantau juga .
Jangan ditanya bagaimana hati Irvan sekarang wajah yang tidak bersahabat lagi papa melihatnya tidak enak hati telah membahas perjodohan tadi .
Mama kenapa harus di bahas sih kasihan kan mantu kita .
Papa memaklumi Irvan sekarang karena memang salah telah membahas perjodohan di depan suami anak nya sendiri .
Itu kan masa lalu kenapa harus di bahas lagi coba .
****
" Nak Irvan gimana kerjaan nya di Kalimantan apa sudah selesai semua nak ...??? " ujar papa .
Mereka bertiga duduk di balkon sambil menikmati kopi .
Reza tengah menyimak pembicaraan kedua lelaki itu .
" Alhamdulillah pa , Irvan melakukan semuanya dengan baik memang masih ada sedikit lagi tapi bisa di handle oleh orang kepercayaan aku di sana pa .
Kapan-kapan kami akan ke sana pa . Doain ya pa semoga lancar tidak ada kendala perusahaan kita disana ".
ujar Irvan .
" Pasti dong kamu mencari nafkah untuk anak dan cucu papa jadi lebih giat lah bekerja ." ujar papa sambil menepuk bahu Irvan .
" Kalau kamu reza bagaimana dengan perusahaan kamu yang sekarang , apa betah berada di sini.? " Papa bertanya .
" Iya om aku betah , aku cukup belajar banyak dari om juga berkat kerja sama kita om ." ujar Reza .
Ya memang mereka bekerja sama semenjak Reza pindah kesini entah bagaimana , papa tidak pernah menyangka klien nya ternyata anak dari sahabat istri nya sendiri .
Mereka menikmati obrolan cukup lama hingga sore hari pukul lima .
Akhirnya Reza dan bundanya berpamitan kepada mama papa dan juga Chika Irvan.
****
Irvan merasa lega karena sudah tidak melihat batang hidung Reza lagi .
Dia sangat susah mengendalikan emosi kalau menyangkut soal cinta .
Padahal Reza tidak pernah menyinggung perasaan nya tapi entahlah yang nama nya laki-laki pasti dianggap serius apapun itu .
Chika memaklumi sang suami terlebih dia mengetahui perasaan Reza yang sebenarnya yang telah iya simpan selama itu .
" Mas kamu belum mandi .? " ujar Chika .
Irvan tampak terkejut karena pertanyaan dari sang istri .
" Eh sayang iya ni mas mau mandi. "
" Kenapa melamun .? Hhhmmm.... " Chika bertanya..
Irvan terdiam dan menunduk " mungkin kalau kamu tau di jodohkan dengan Reza pasti kamu terima kan dulu , Bagaimanapun mas seorang duda .
Pasti kamu mencari yang masih lajang seperti Reza contohnya." ujar Irvan dia tidak tahan lagi menyimpan pertanyaan yang ada di kepalanya saat tadi .
Chika mendekat dan memeluk suaminya " Mas tenang aja , aku sangat mencintai suamiku ini . Tidak mungkin kan aku terima perjodohan kita kalau aku gak sayang .
Lagian kak Reza aku sudah anggap Abang sendiri karena memang aku anak tunggal tidak memiliki saudara , aku juga baru tau perasaan nya sekarang padahal dulu kami memang saling bersama tapi tidak ada yang mencintai satu sama lain. "
" Tapi kamu kan baru tahu sekarang, pasti kamu menyesal ya mas nikahin .?" ujar Irvan .
Chika mengecup bibir suaminya yang menurut dia sangat cerewet itu .
" Kamu lucu kalau lagi cemburu sayang " Chika terkekeh geli melihat wajah sang suami .
Irvan Langsung membungkam bibir sang istri enak aja ngeledekin suami sendiri dosa tau .
Mereka saling mengecap satu sama lain saling bertukar salivah disana , awalnya penuh dengan kelembutan tapi sekarang Irvan menjadi ganas dan menciumi leher sang istri dengan beringas.
Tak lupa meninggalkan jejak di sana .
Chika sangat menikmati permainan panas mereka .
Entah kapan mereka membuka pakaian yang jelas tidak ada dari mereka yang memakai penutup apapun sekarang.
Membuat nafsu Irvan semakin menjadi ingin mencumbui sang istri .
Chika sangat terlihat seksi sekarang d**a yang penuh menggantung di depan mata , p****t yang sangat padat dan berisi menambah kesan keseksian seorang wanita .
Entah berapa lama mereka bercinta yang jelas sudah pukul tiga pagi mereka belum berhenti juga .
Tak henti-hentinya Irvan berterima kasih pada Chika dan terus mengecup keningnya setelah permainan mereka berdua .
Yang jelas sekarang wajah Irvan sangat senang .