Kembali Ke Jakarta

894 Kata
Irvan melihat pesan masuk pada ponselnya melihat pengirim dari Reza membuat dia membaca pesan itu dengan seksama.. ' Wah akhirnya Lo menyerah bagus deh gua yakin pasti Lo bisa mendapatkan wanita idaman Lo nanti' Irvan bergumam. Irvan sangat bahagia dengan pesan dari Reza . enak saja mau bersaing dengan suami sahnya. aku sudah menduga kau sangat mencintai istriku terlihat dari pandangan yang tak wajar. '( oh tentu istriku sangat mencintaiku dan aku pun begitu jadi kau tak perlu kawatir bapak Reza Pratama). Irvan sebelumnya sudah menyelidiki siapa Reza di masa lalu sang istri. jadi Irvan bisa bernafas lega karena Chika hanya menganggap sahabat sekaligus kakak nya cuma Reza yang mencintai dalam diam. tentu sangat sakit berada di posisi Reza saat ini bukan. " mas tadi araa telpon aku katanya acaranya kurang lebih sebulan lagi. bagaimana dengan kita padahal belum setahun kita disini.. apa kita bisa balik ke Jakarta sebelum waktunya mas..?? " ujar Chika dengan pelan . Irvan tersenyum dan mengusap kepala sang istri " insyaallah ya sayang mas usahain pekerjaan ini cepat kelar biar kita bisa balik ke sana, mas juga rindu sama orang tua kita" .. Chika mengangguk sangat senang akhirnya dia balik lagi ke tanah kelahirannya dan berkumpul lagi dengan kedua sahabatnya.. .. ***** waktu cepat berlalu ternyata seminggu lagi acara pernikahan sahabatnya araa , Chika sangat gelisah karena Irvan belum memberi tahu kapan mereka akan berangkat . dia tidak enak hati jika menanyakan hal itu padahal pekerjaan suaminya pasti sangat banyak tentunya . ternyata diam-diam Irvan sudah membeli tiket untuk terbang ke Indonesia malam ini sengaja mengasih kejutan pada istrinya itu. sore hari " sayang jam 7 kita terbang ke Jakarta ya mas sudah siapin semuanya" ujar Irvan sambil mengeringkan rambutnya setelah mandi tadi. Chika tampak berbinar mendengar kan ucapan sang suami itulah yang dia tunggu-tunggu.. eehh tiba-tiba suaminya membicarakan kepulangan juga .. " ok mas, aku siap-siap ya " ujar Chika Irvan mengangguk dan mengecup singkat istrinya " jangan Bawa banyak-banyak seperlunya saja , lain kali kalau kita ingin liburan disini pakaian masih ada contoh nya honeymoon kedua " Irvan merayu istrinya.. Chika langsung mencubit pinggang suaminya itu sempat-sempatnya gombal sekarang. tak ambil pusing Chika langsung menyiapkan semua keperluan mereka bertiga . apa pekerjaan nya sudah kelar ya disini kenapa mas Irvan sudah siap saja berangkat. nanti sajalah aku tanyakan , sekarang Chika fokus pada baju-baju di depannya. ***** mereka sudah sampe bandara Soekarno Hatta Alif tidur dengan nyenyak di gendongan Chika. Mereka sudah di jemput oleh sopir pribadi Irvan akhirnya bisa istirahat. " selamat datang tanah kelahiran, I'm coming "..." ujar Chika sambil be oh ria .. kalian Taukan gimana rasanya hati Chika saat ini hampir setahun di Kalimantan akhirnya sekarang dia kembali lagi ... Alif juga sudah bisa berjalan karena umurnya sudah memasuki satu tahun. tak henti-hentinya Irvan tersenyum dan mengelus kepala Chika karena dia sangat senang melihat sang istri bahagia.... Mereka langsung istirahat ke kediaman nya yaitu istana mereka berdua sebelum meninggalkan Jakarta , rumah ini masih sangat terawat karena mama papa masih mempekerjakan asisten rumah tangga disana jadi rumahnya masih terlihat terurus. " mas , Besok kita ketempat mama atau mami dulu.." Chika bertanya ... Irvan tampak berfikir ke rumah mama dulu sayang nginap sehari di sana besoknya baru kita ke rumah mami sekalian mas ada kerjaan dengan papi . " okay sayang " Chika bergelayut manja di leher sang suami tercinta . Alif sudah tidur nyenyak jadi mereka juga memutuskan untuk tidur karena perjalanan mereka tadi sangat memakan waktu cukup lama belum naik pesawat ditambah macet berjam-jam . kicauan burung membangunkan kedua insan yang tengah tertidur Alif sudah bangun duluan . baby sitter mendengar Alif menangis dan mengetok pintu kamar tapi tak ada sautan. jadi dengan berat hati bi Ijah langsung masuk melihat Alif yang ternyata hampir jatuh. . Chika mengeliat dan langsung melihat ke tempat tidur Alif tapi tidak ada Alif disana kemana Alif. Chika tergesa-gesa mencarinya keluar takut Alif turun tangga karena melihat pintu kamar yang sedikit terbuka mungkin Chika lupa menutup tadi malam . dengan tergesaberlari ke bawah dan pandangannya langsung tertuju pada meja makan ternyata bi Ijah sangat telaten menyuapi Alif makan bubur . " eh non Sudja bangun , maaf ya non bibi lancang masuk ke kamar non tanpa izin soalnya bibi mendengar Alif menangis . bibi sudah mengetuk dahulu tapi mungkin non sama tuan belum bangun jadi bibi langsung masuk ternyata Alif hampir terjatuh non " ujar bi Ijah menunduk ... Chika tersenyum " iya bi , terimakasih sudah membawa Alif dan menyuapinya makan aku kelelahan semalaman baru dapat tidur jam dua karena lelah perjalanan .'" " bibi mengerti non , oiya bibi sudah siapin sarapan non sama tuan , bibi izin pulang dulu kerjaan bibi sudah beres " uajr bi Ijah . iya bi Ijah bekerja hanya pagi bersih-bersih terus menyiapkan sarapan setelah itu langsung pulang . selebihnya Chika yang menyiapkan sebenarnya Chika tidak mau memperkerjakan asisten . tapi dipaksa oleh mama dan mertuanya jadi Chika terima saja . tidak enak juga menolak sekalian berbakti kepada keduanya . " mas bangun sayang , kita berangkat jam berapa ke tempat mama ...??? " Chika bertanya. Irvan mengeliat dan langsung mencium bibir sang istri " morning kiss " . Irvan terkekeh melihat wajah Chika kesal karena Chika sedang mengaplikasikan lipstik enak saja di rusak oleh suaminya untung sayang dan cinta kalau tidak , mungkin Chika sudah marah padanya .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN