wajah pucat

1019 Kata
sampai di mall Chika dan para sahabatnya mencari tas yang limited edition. setelah mendapatkan barang yang dimaksud, mereka langsung lanjut nonton bioskop .. mereka memilih film yang romantis. "huft, andaikan punya gebetan pasti gue Bawak ke sini" Araa menghayal.. "makanya, cari suami biar ada yang temanin kemana-mana" ledek Chika... araa memanyunkan bibirnya " kamu mah enak Chik, Irvan perhatian minta ampun ..udah ganteng , baik lagi" araa dan Anna memuji sang suami. tentu membuat hati Chika berbunga-bunga. mengingat perlakuan tulus suaminya Chika termasuk bersyukur dinikahi oleh sang duda tampan itu . tiba-tiba handphone Chika berbunyi . " ya hallo mas, .." Chika mengangkat ponselnya. " kami sudah pulang sayang, mas mau pulang ni"... " oh, aku masih di mall mas...bentar lagi aku nyusul".. "mas, jemput kamu tunggu disana"... Irvan mematikan ponselnya, Chika tersenyum sambil memasukkan handphone ke dalam tas miliknya. "suami Lo ya" Anna menebak. Chika mengangguk . " enak ya punya suami diperhatiin " ujar araa. " makanya cepat nikah.." Chika menepuk pelan bahu sahabat nya itu " doain ya Chik, gue berharap juga gitu...mama gue sudah nuntut untuk cepat nikah Gilak kan" mereka tertawa bersama . setengah jam berlalu akhirnya Chika sudah berada didalam mobil sang suami " sayang, kita makan dulu ya mas belom makan dari siang" . Chika mengangguk " ok, kita ke restoran xxxx aja ya mas..enak Lok makanannya disana"... Chika tampak bersemangat mengajak sang suami untuk makan disana. akhirnya mereka tiba ditempat tujuan . tak lama semua menu yang dipesan sudah datang mereka menikmati makanan masing-masing. **** malam harinya Chika tengah asyik bermain ponsel tak sadar jika dari tadi Irvan memperhatikan istrinya yang sibuk dengan ponsel sambil ketawa-ketawa sendiri. Irvan semakin kesal dan langsung mengambil ponsel sang istri. " udah malam tidur".... "ihh...mas aku lagi chat teman aku " Chika langsung cemberut pada suaminya Irvan semakin gemes melihat bibir mungil itu ketika sedang kesal.. Irvan langsung mendekati tubuh Chika ymsg jaraknya hanya lima centi. membuat jantung Chika berdetak cepat, Chika masih gugup apabila Irvan menatap nya dengan penuh minat . tatapan tajam suaminya itu seperti ingin memangsa dirinya.. Chika langsung memejamkan matanya karena takut.. Irvan dengan lembut mencium bibir istrinya . " ayo tidur, sebelum nagaku bangun" Irvan menekankan Kata naga membuat Chika merinding dan langsung berlari ke tempat tidur dan menutup tubuhnya dengan selimut.. Irvan terkekeh melihatnya tingkah sang istri yang masih malu-malu. padahal mereka sudah sering berhubungan. puasa deh malam ini, sabar ya Van umur Chika masih muda jadi jangan heran jika dia masih malu ..beda dengan kamu yang sudah jadi duda, nafsu kamu pasti sangat tinggi bukan. pagi-pagi sekali Chika dibangunkan karena merasa perutnya sangat mual dan ingin muntah. Chika langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya. setengah jam lebih Chika di dalam setelah mengosongkan perutnya Chika keluar dengan badan yang sudah lemas. Irvan tidak mendengar jika tadi istrinya muntah-muntah, memang kamarnya kedap suara .. Irvan terbangun dan melihat wajah sang istri pucat ." kamu sakit sayang" Irvan bertanya. Chika terlihat lesu dan mengangguk " seperti nya aku masuk angin mas"... Chika merebahkan tubuhnya ke samping Irvan.. Irvan langsung memijit tengkuk sang istri agar misalnya berkurang. "kita ke dokter ya, aku takut kamu kenapa-kenapa" irvan sangat mencemaskan istri kecilnya itu. Chika menjawab dengan anggukan. Irvan sangat mencintai Chika melebihi dirinya sendiri, semenjak Chika menjadi istri nya Irvan sangat menjaga istri kecilnya itu.. **** sampai di rumah sakit Irvan langsung menuju dokter, tapi dokter menyarankan untuk periksa ke dokter kandungan. karena dokter umum melihat tanda-tanda kehamilan sepertinya, tapi dia tidak mau menduga-duga lebih baik periksa ke ahlinya saja. Irvan masih bingung dengan dokter itu, kenapa malah ke dokter kandungan.. apa istriku sakit atau ada kelainan di rahimnya . Irvan tidak mau negatif thinking dulu, mereka tiba di ruangan USG .. dokter tersenyum " sudah telat berapa lama bu..??" dokter bertanya. Chika tampak mengingat-ingat " sepertinya sudah 2 Minggu dok, iya saya lupa belum halangan bulan ini" .. " selamat ya pak Bu, ini bayinya sudah memasuki Minggu ke 8 artinya ibu sudah hamil dua bulan"... Irvan menitikkan air matanya, air mata bahagia tentunya. Irvan sangat bersyukur diberi kepercayaan oleh yang maha kuasa, dari pernikahan pertamanya dulu Irvan juga mengharapkan seorang anak, tapi allah berkata lain mengambil sang istri darinya dan menggantikan sosok istri yang nyaris sempurna menurutnya, sekarang sang istri lagi hamil anak pertama nya. sungguh kebahagiaan yang berlipat ganda irvan dapatkan.. " makasih ya sayang mas sangat senang mendengar kehamilan kamu" Irvan memeluk istrinya.. Chika melihat sang suami langsung menangis dan memeluk Irvan dengan erat. dia berhasil menjadi istri menjadi ibu untuk calon anaknya kelak.. melihat pemandangan itu sadokter ikut bahagia, " semoga ibu dan bayinya tetap sehat ya, nanti saya resepkan vitamin nya"... " makasih dok"... *** " sayang, kamu gak boleh ngapain-ngapain kamu tetap istirahat dan tunggu aku pulang dari kantor.." Irvan over protektif sekarang, maklum aja menyangkut sang buah hati Irvan harus ekstra menjaga kesehatan istrinya. Irvan mencintai istrinya dan juga calon anaknya didalam rahim sang istri. " iya mas, aku akan istirahat mas tenang aja, tapi kalau aku bosan bolehkan aku ajak araa dan Anna kesini"... "tentu boleh nanti kamu kesepian, apa lagi sekarang mas sering lembur..tapi mas janji akan selesaikan tugas mas di kantor dengan cepat biar bisa nemenin kamu dirumah"... Irvan memeluk sang istri.. "pokoknya selagi kamu betah di rumah, mas gak masalah kedua teman kamu kesini, yang mas gak mau teman cowok kamu juga ikut kesini" ... Chika langsung mencubit perut Irvan " apaan sih, mana ada aku teman cowok disini mas, di new York banyak" dengan bangganya Chika berkata. padahal dia gak tau suaminya sangat panas mendengar kan ucapannya sendiri. tapi Irvan memaklumi aja dia tau istrinya lagi hamil malas berdebat panjang lebar . ibu hamil sangat sensitif biasanya.. sekarang Irvan sangat peka dengan keadaan yang terpenting sang istri senang. ***** Irvan tengah sibuk dengan laptopnya karena mengejar pekerjaan agar siap tepat waktu. Irvan tidak mau lembut mengingat istrinya lagi hamil. Chika sibuk menonton televisi bersama kedua sahabatnya mereka tengah tertawa melihat film kartun yang ditayangkan.. Chika gak sadar dari kejauhan Irvan memperhatikan nya melihat Chika tertawa dengan temannya Irvan merasa bersyukur masih ada teman sebaik mereka pada istrinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN