Tanpa Judul

1129 Kata
sesampainya di kantor.. Irvan mengandeng istrinya itu masuk kedalam ruangan semua staf dan karyawan nya melihat mereka berbisik-bisik ada yang bilang romantis..dan ada juga yang bilang ganjen banget itu istrinya.. kesal aku, bagaimana tidak kesal sebagian dari mereka . mereka mengagumi bos nya itu secara diam-diam dan ingin berada diposisi Chika sekarang. melihat para karyawan berbisik-bisik Chika menambah kan kemesraan pada suaminya dengan mencium pipi suaminya, Irvan yang diperlakukan seperti itu oleh istri tercintanya sangat senang dan dengan senang hati membalas ciuman istrinya... mereka memasuki lift.. akhirny sampai juga di lantai atas dimana ruangan Irvan berada, Chika ymsg melihat cukup takjub juga.. desainnya klasik membuat Chika betah lama-lama disana. "mas, dimana kamarnya ..??rasa nya aku pengen rebahan..capek .." Chika bertanya.. "ayo aku antar sayang" Irvan menjawab. menuju ruang privasinya yaitu kamar rahasia Irvan.. sampai di kamar Chika langsung merebahkan tubuhnya dan tak lama dia tertidur, Irvan mencium kening sang istri dan langsung ke ruang kerjanya. cukup banya file-file yang harus diperiksa ulang dan butuh tanda tangannya sebagai pimpinan perusahaan ... jam sudah menunjukan pukul 5 sore akhirnya Irvan sudah menyelesaikan tugasnya.. "sayang bangun ,ini sudah sore mari pulang" Irvan memegang tangan istrinya... "sudah sore ya mas, ok aku cuci muka dulu" Chika berlalu ke kamar mandi sedangkan Irvan sedang siap-siap untuk pulang . membelah jalan ibukota terkenal dengan macetnya membuat Irvan sangat lelah sekali, ingin rasanya sampai rumah tepat waktu... sesampainya dirumah Chika langsung membersihkan diri ke kamar mandi , 30 menit untuk menyelesaikan mandinya Chika keluar dengan pakaian lengkap . "mas, airnya sudah aku siapin buruan mandi mas. aku mau masak dulu." Chika berlalu ke dapur .. hanya dibalas anggukan oleh suaminya itu. hari ini Chika membuat ramen untuk dia dan suaminya. karena sudah malam jadi bahan dalam kulkas juga tidak cukup. tiba-tiba Irvan langsung memeluk sang istri " hhmmm....masak apa sayang, wangi banget kamu gak capek..??".Irvan mengelus perut sang istri.... " mas geli, gak apa-apa kok mas. lagian lama kalo beli makanan dulu..." Chika dengan cekatan menyiapkan piring dan menghidangkan masakannya diatas meja.. " wah, kamu bikin ramen....kelihatan enak aku coba ya sayang".....dengan cepat Irvan memasukan kedalam mulutnya.. "mmmmm....enak banget kamu belajar dari mana aku suka . sekali-kali mas minta masakin ini ya" .... dibalas anggukan oleh Chika, mereka makan dalam diam sampai menghabisi dua mangkuk ramen. Chika langsung mencuci piring dan suaminya langsung ke meja tv . setengah jam baru Chika menyusul suaminya ke ruang tv, mereka menonton bersama .. "mas, aku ngantuk...tidur yuk..?? " Chika bertanya. "kamu menggoda mas ni..??" Irvan menggoda istrinya.. Chika reflek memukul tangan suaminya, dan Irvan berpura-pura kesakitan.. "AW sakit sayang, ".... Chika tampak khawatir dan memegang tangan suaminya , dengan sigap Irvan mencium kening sang istri cup....ciuman mendarat di wajah istri cantiknya. Chika yang mendapatkan ciuman tersebut malu, wajah Chika langsung merah merona. tiba-tiba Irvan menggendong istrinya ala bridal style..Chika cukup kaget dan langsung mengalungkan tangannya ke leher Irvan karena takut jatuh.. sampailah dikamar Irvan dengan ganasnya mencium bibir istrinya. belum sempat Chika bicara bibirnya sudah dilahap habis .. dengan nafas yang memburu Irvan terus menciumi leher dan berakhir di gunung kembar sang istri.. tak sia-sia Irvan langsung mengulum p****g yang merah muda Chika . yang menurutnya sangat menggoda , p******a yang ukuran besar membuat Irvan menggilai benda tersebut . dan lama menciumi p******a Irvan langsung turun kebawah dan memegang kain segitiga dibawah sana. "sayang, kamu halangan...??" pertanyaan itu keluar dari mulut irvan yang sudah menahan nafsunya.. "hihihi, iya mas..." " kok gak bilang, " Irvan tampak kecewa.. "tadi aku sudah mau bilang tapi kamu terus menikmati bibirku, jadi aku gak bisa bicara lagi..." Chika membela diri... "berapa lama" langsung aja Irvan bertanya. " 5 hari biasanya bisa lebih kadang , seminggu lah" dengan santainya Chika menjawab. jawaban dari sang istri mengecewakan Irvan, yah puasa dulu . padahal aku sudah diujung tanduk .. harus sabar ini, oh bulan kenapa kau datang tidak tepat waktu... Irvan langsung menuju kamar mandi untuk mendinginkan badannya yang terasa panas,. Di dalam kamar Chika sudah memejamkan matanya karena terlalu ngantuk, mungkin sangat lelah perjalanan mereka tadi siang. maklum jika Chika kecapekan juga efek datang bulan. ceklek.... Irvan membuka pintu kamar mandi dan melihat pemandangan yang indah melihat sang istri tertidur dengan wajahnya sangat imut , memang imut kayak anak SMA masih mungil-mungilnya. ya maklum aja umurnya belum genap 21 tahun jadi memang wajar saja wajah Chika masih imut. sepertinya aku menikahi anak kecil, baru sadar ya om duda telah menikahi gadis kecil yang sangat jauh umurnya dengan dia.. 15 tahun lebih muda darinya. Tidak lama Irvan menyusul istrinya ke alam mimpi... *** pagi hari tiba, Chika sudah menyiapkan sarapan untuk dia dan suaminya nasi goreng spesial tentunya. menu sederhana itu mampu membuat Irvan sangat istimewa menikahi seorang gadis cantik itu... selain cantik sang istri bisa memanjakan lidah suami.. "MMM...enak banget ini yank, kamu belajar dari mana...mas suka semua masakan kamu sangat enak." Irvan memuji masakan sang istrinya. Chika tersenyum bahagia mendengar pujian dari suaminya. tentu Chika seperti melayang ke atas awan dipuji-puji langsung oleh Irvan sang suami tercinta. entah sejak kapan perasaan cinta itu datang...yang jelas Chika merasa nyaman bila disamping suaminya. " heheheh....iya mas aku belajar sendiri coba-coba awalnya..eh lama-lama enak ya"... Irvan mengelus kepala Chika dengan penuh kelembutan. " mas suka semua masakan kamu, pas dilidah mas...apa lagi kamu bikin dengan penuh cinta"... Chika yang mendengar tuturan sang suami langsung malu, wajah nya sudah memerah Irvan melihat istrinya seperti kepiting rebus hanya tersenyum bahagia. ' semoga dia jodoh terakhir ku ya Allah' ujar Irvan dalam hati. mereka menikmati makan masing-masing. "mas, siang ini aku mau ke mall sama araa dan Anna boleh.." Chika meminta izin. "iya boleh, kamu hati-hati ya jangan ngelirik cowok,. apa lagi senyum gak boleh." Irvan sangat posesif pada sang istri.. " dasar duda posesif,," Chika memanyunkan bibirnya. " enak aja, aku sudah beristri jangan panggil duda lagi dong geli dengarnya sayang." Irvan membela diri... Chika hanyabmembelaw enegat tawaan yang kencang . " iya deh suamiku yang tampan, aku minta maaf" Chika langsung mencium bibir Irvan sekilas.. dengan cepat Irvan menahan tengkuk istrinya itu dan memperdalam ciuman mereka. Chika tidak lagi malu bila mencium suaminya, entah karena sudah mencintai Irvan jadi dia gak segan-segan untuk memulainya.. lama mereka berciuman hingga napas dua insan itu sama-sama kehabisan dana menghirup oksigen banyak-banyak. mereka tersenyum mengingat ciuman panas itu. " sayang aku berangkat kerja ya, jaga diri dirumah oiha ini nanti belanja pakai ya." Irvan menyerahkan black card pada sang istri.. " jangan terlalu hemat apa lagi pada makanan aku suka kamu yang berisi" mengedipkan sebelah matanya. dengan mengarahkan tangannya untuk dicium Chika. Chika menerima tangan itu dan langsung mencium punggung tangan suaminya . tak lama Irvan telah sampai di kantornya, semua melihatnya sekarang pasti semakin suka, karena wajah sang direktur sangat berseri-seri mungkin dikarenakan sudah memiliki istri . aura wajahnya semakin bersinar
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN