Irvan sangat disibukkan dengan urusan kantor.
jarang ketemu sama Alif sang putranya.
pergi pagi pulang Sudja larut malam , jadi Alif Sudah tidur nyenyak.
jam 23.00
" mas, kamu baru pulang..." Chika mengucek matanya sambil duduk dari ranjangnya.
" kenapa bangun sayang, pasti kamu capek kan seharian ngurus Alif..tidur lagi yuk mas udah makan kok tadi sebelum pulang ke rumah"...
Chika menuruti perkataan suaminya. memang benar Chika baru tertidur setengah jam yang lalu, malam ini Alif agak rewel jadi maunya digendong terus..
lelah memang ya mau gimana lagi memang tugasnya menjadi seorang istri eh ibu maksudnya.
Chika tidak pernah mengeluh karena cinta terhadap anak semata wayang sangat kuat...
***
tak sia sia Irvan berkutat dikantor selama beberapa Minggu ini, dia rela tidak ketemu buah hati ketika bangun tidur.
akhirnya Irvan memetik buah dari hasil kerjanya selama ini..
ya Irvan mendapatkan perusahaan tambang terbesar di Asia . yang iya rintis dari nol.
yang nantinya akan diwariskan pada sang putra .
karena pekerjaan yang cukup melelahkan jadi Irvan bisa bersantai di rumah ..
semua urusan perusahaan yang lama telah di handle oleh orang kepercayaan nya yaitu sahabat Irvan waktu SMP sampai sekarang.
namanya Andika..
masih single padahal umur sudah memasuki kepala tiga.
sama kayak Irvan untung aja Chika mau dinikahi Irvan padahal udah tuir..
wkwkwk..
Chika sudah siap memandikan Alif karena sesudah subuh Alif sudah bangun.
Chika juga sudah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua..
nasi goreng kesukaan sang suami
..
Irvan langsung memeluk sang istri setelah Alif tertidur..
" sayang...mas rindu...." ujar Irvan dengan nada manjanya..
" makanya mas, jangan sibuk dikantor aja...pergi pagi pulang tengah malam, Alif butuh perhatian kamu loh..walaupun dia masih bayi tapi Alif ngerti ." Chika mengurai pelukan sang suami...
Irvan memanyunkan bibirnya " iya deh mas janji gak sering lembur lagi ..lagian rencananya kita mau pindah ke Kalimantan untuk sementara waktu,
mas mau memantau perusahaan kita yang di sana. kamu dan Alif wajib ikut karena mungkin kita di sana setahun atau dua tahun lamanya..." Irvan menjelaskan panjang lebar..
Chika tampak berfikir, kenapa mendadak kenapa tidak memberitahu dahulu..
itu yang ada dalam pikirannya..
" kenapa mendadak mas," akhirnya keluar juga dimulut Chika.
" iyaaaf ya sayang, karena pekerjaan terlalu banyak jadi mas lupa bilang sama kamu, "
" yaudah deh nanti kita kerumah mama dan mami dulu ya mas,, mau nginap juga nanti sambil minta izin.. mungkin mereka akan sedikit kaget kayaknya..."
"iya sih, palingan sebulan lagi sayang masih lama kok tenang aja...biar Alif cukup kuat juga dibawak naik pesawat," Alif langsung menyendok makannannya yang telah Chika siapkan..
" baiklah" ujar Chika tanpa komentar
mereka menikmati makanan dengan kitmat..
sore harinya....
araa dan ana datang kerumah Chika untuk melihat keponakan mereka yang ganteng..
tunggu tunggu tapi mereka datang tidak sendirian deh..
araa mengandeng mas andika ya,, kok gandengan gitu ya..
Chika awalnya kaget bukan main.
tapi setelah dijelaskan oleh araa akhirnya Chika paham.
ternyata araa dan mas Andi sudah pacaran.
ya mereka kenal karena sering ketemu di rumah ini dulu, padahal mereka berdua tampak acuh saja..
tapi siapa sangka ternyata diam-diam menyimpan rasa satu sama lain....
"ayok mas Andi diminum jusnya ini aku yang bikin loh mas" ujar araa sambil menyedot kan minuman ke mas Andi.
aku dan Anna hanya menggelengkan kepala melihat tingkah bucin sahabat kami satu ini...
" iya anggpa aja kita gak ada" ujar Anna..
mas Andi langsung tertawa , ya memang memang mereka bucin akut ya kayaknya..
ya maklum sih ya baru juga pacaran .
" kapan mau menikah, jangan lama-lama araa ini banyak yang naksir Lo mas, ntar keburu di ambil orang" chika tertawa..
" kamu tenang aja, sebelum kalian pindah aku akan melamar nya" ujar Andika.
"what....!!!???" ujar araa dan ana ..
" Lo ninggalin kita lagi nih, setelah bertahun-tahun Lo di negri orang dan sekarang Lo berniat pergi lagi" ujar Anna dengan air mata berlinang..
bagaimana tidak Chika sudah lama tinggal di new York untuk mencapai cita-cita, mereka memakluminya..
terus sekarang pindah lagi..
oh no tidak mungkin..
dari atas terdengar suara berat dari seorang lelaki sambil berjalan ke ruang tu dimana mereka berkumpul ya siapa lagi kalau bukan Irvan suaminya Chika..
" kalian tenang saja, pas acara pernikahan kalian berdua kami akan balik lagi kesini" ujar Irvan duduk disebelah sang istri..
" tapi mas Irvan itu kan sangat lama, kita rencananya mau nikah satu tahun lagi...lama donk kita ketemunya Chik" araa memeluk sang sahabat..
" makanya jangan lama-lama biar kami bisa pulang cepat" ujar Chika menenangkan sahabatnya..
mereka bertiga saling berpelukan...
Irvan dan Andi langsung menjauh mungkin butuh waktu untuk mereka bertiga untuk melepas rindu..yang nantinya akan berpisah cukup lama ya ..
..
lebay sekali ya..
hahaha
namanya juga sahabat pasti kehilangan jika yang satunya pindah..
*****
sebulan berlalu...
Chika sudah berada di bandara kedua sahabatnya tidak melepaskan tangannya, karena masih rindu...
Chika paham bagaimana hati araa dan Anna pasti sangat kehilangan..
araa dan Andi juga sudah bertunangan tiga jari yang lalu.
mereka cukup mesra sekarang.
tinggal giliran Anna yang jomblo ya dengan alasan malas pacaran.
karena ana pernah dikhianati oleh cinta .
jadi sedikit trauma tentunya, berbau denga lelaki ana tidak suka membahas.
tapi melihat Chika dan araa bahagia ana Sudah sangat bahagia juga..
entah kapan ana akan membuka hatinya lagi, entahlah mungkin suatu saat nanti ya..
****
kurang lebih empat jam Chika dan Irvan telah sampai di Kalimantan.
mereka tinggal di apartemen yang telah disiapkan oleh perusahaan..
ya mereka akan tinggal disini sementara waktu sampai tugas Irvan benar-benar selesai..
Jakarta
" mas, aku sangat sedih Chika pergi lagi meninggalkan kami....
waktu dia tamat SMA saja kami sulit untuk melepaskan nya, semalaman kami bertiga menangis dikamar Chika ...
apalagi sekarang...!!!!!" ara tidak meneruskan ucapannya...
Andi hanya mendengarkan curhatan tunangannya itu sambil mengusap kepala Ara.
nama nya Aurora tadi disingkat aja menjadi Ara lebih gampang sebut juga bukan...
mereka berada dirumah Ara karena Andika sedang libur jadi pergi ke rumah sang tunangan..
beda kalo lagi ada kerjaan sibuknya mintak ampun..
bagaimana tidak tugas yang harusnya Irvan yang kerjakan sekarang dia merangkup semuanya sendiri..
itulah gunanya orang kepercayaan di perusahaan besar..
memang sulit untuk menjadi sekretaris sekaligus asisten.