Chika tengah sibuk dengan aktivitas sebagai ibu rumah tangga.
memasak sendiri mengurus anak sendiri cuma asisten untuk bersih-bersih saja jika Chika kewalahan mengerjakan semuanya..
hari ini Irvan bersiap untuk melihat perusahaan nya yang sudah berkembang dari dua bulan lalu
...
"mas, sarapan dulu aku sudah siapin jus sama nasi goreng..." Chika berlalu mengambilkan piring untuk Mereke berdua.
Irvan terus tersenyum melihat sang istri pasti melelahkan.
" sayang, besok-besok cari asisten satu lagi ya mas gak mau kamu kewalahan memasak untuk mas, belum lagi kamu mengurus Alif sayang...!!!
Chika duduk didepan Irvan " no no ....aku sangat mencintai pekerjaan ku ini mas,, biarlah aku belajar jadi istri idaman..sayang kamu dan juga anak kita
aku gak mau kamu sering makan diluar gak sehat tau.."
Irvan mengusap kepala sang istri " tapi kalau kamu capek bilang ya .mas akan tambah asisten lagi..."
China hanya mengangguk saja, padahal dia tidak suka ada orang lain disini apalagi ini di Kalimantan bukan di Jakarta dia hanya waspada pada art nanti suaminya direbut itulah yang ada dipikiran nya..
bisa jadikan terjadi seperti di sinetron-sinetron suamiku pacaran dengan anak pembantuku..
oh tidak bisa aku akan menghalau para jalang diluar sana sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan ....
*****
perusahaan
Irvan tengah sibuk pada layar laptopnya, dia tidak sadar sudah setengah jam wanita yang berpakaian kurang bahan menatapnya dengan tersenyum...
Irvan memang belum memiliki sekretaris maka dari itu Irvan berniat langsung memilih sekretaris nya tidak melalui HRD .
maka dari itu wanita seksi itu datang dengan percaya dirinya .melihat bos sedang sibuk dia tidak berniat untuk menganggu..
Irvan menoleh ke atas akhirnya kerjaan selesai juga, tinggal menunggu waktu meeting..
betapa terkejutnya Irvan melihat penampilan perempuan dihadapannya..
" oh selamat siang pak, perkenalkan saya Stella ingin melamar jadi sekretaris bapak..kata resepsionis saya harus langsung bertemu bapak makanya saya langsung kesini" dengan nada dibuat selembut mungkin....
Irvan memperhatikan penampilan wanita itu, apa tidak salah seperti ini ke kantor dengan pakaian terbuka begini.
" kamu mau melamar kerja atau mau menggoda seluruh kolega saya dengan berpakaian kurang bahan begini, kamu tidak melihat syarat-syarat melamar kesini apa...????
terpampang jelas poin pertama karyawan dilarang berpakaian tidak senonoh harus sopan dan menjaga ucapan.."
ujar Irvan dengan nada dingin...
Stella tersenyum kecut " tapi pak saya tidak memiliki pakaian seperti itu" Stella langsung duduk di depan Irvan sambil memperlihatkan dadanya yang sangat sempit didalam baju sana..
"silahkan keluar, saya butuh sekretaris bukan w**************n" Irvan langsung beralih pada layar laptopnya
tapi Stella tidak menyerah dia langsung menjatuhkan lamaran tepat didepan kaki Irvan dengan centil nya Stella mengambil sambil mengusap paha Irvan.
" ok kalau bapak tidak butuh sekretaris bagaimana kalau saya melamar jadi pemuas ranjang bapak, saya bisa memberikan servis terbaik untuk bapak .
saya rela gak dibayar asal bapak juga memuaskan saya " mengedipkan sebelah matanya.
Irvan sempat ingin menampar wajah wanita jalang di depannya ini.
tapi dia menahan agar tidak mengotori tangan nya sendiri..
" sepertinya kamu salah alamat melamar disini, kenapa tidak coba di club' saja..disana banyak p****************g yang mau dengan w************n seperti kamu .
dan satu lagi saya sudah memiliki istri dan anak . istri saya jauh lebih jago kalau soal ranjang " dengan nada angkuhnya Irvan berkata..
Stella tersenyum canggung
dan langsung memegang tangan Irvan dan mengarahkan pada buah dadanya yang cukup besar.
dengan memimpin agar Irvan meremasnya, dengan suara dibuat-buat Stella mendesah...
Irvan sangat geram dan langsung membanting tubuh Stella ..
dengan tenaga yang cukup besar Stella terjatuh tepat disudut meja dan membuat hidungnya berdarah..
"keluar kau wanita jalang" Irvan berteriak sambil memanggil security....
Irvan sangat marah setelah kejadian itu dia memutuskan untuk pulang kerumah dan menceritakan kejadian yang tadi pada sang istri.
Irvan gak mau Chika salah paham nantinya kalau mendengar cerita dari orang lain....
******
Chika sudah memandikan Alif dan sekarang memberi asi untuk si kecil..
tiba-tiba pintu kamar terbuka..
" sayang kamu sudah pulang, tumben jam segini udah dirumah
..??? " ujar Chika sambil memindahkan Alif yang sudah tertidur ke kasur..
Irvan tersenyum dan langsung memeluk sang istri ...
" hmmm....wanginya istriku...
weekend kita jalan-jalan ya sayang, mas mau ngajak kamu dan Alif keliling " ujar Irvan..
Chika mengangguk " ok lagian aku juga bosan di rumah terus mas" ...
Irvan teringat dengan kejadian di kantor.
dia merasa bersalah karena kejadian tadi akhirnya Irvan menceritakan semua perihal di kantor tadi..
tentang dia mencari seorang sekretaris hingga insiden seperti wanita jalang tadi terjadi .
Irvan tidak mau menutupi hal itu dari Chika .
awalnya Chika sangat emosi akhirnya setelah Irvan berkata jujur Chika dengan tenang menahan amarahnya....
wanita mana yang mau suaminya di goda, untung Irvan sosok suami yang setia .
kalau tidak mungkin akan berakhir di Ranjang tentunya.
Chika sangat bersyukur Irvan telah jujur menceritakan kejadian yang tidak enak didengar oleh telinganya.
setidaknya Irvan setia sama dia.
" yaudah mas aku maklum kok, wanita di luar sana pasti berlomba-lomba untuk mendapatkan hati mu.
yang penting kamu menjaga cinta kita" sambil mengelus lengan Irvan...
Irvan tersenyum dia merasa lega telah menceritakan semuanya pada sang istri.
tidak ada yang perlu ditutup-tutupinya lagi...
" iya sayang pasti, mas saja sulit mendapatkan cinta kamu mana mungkin mas bermain-main setelah mencapai puncak nya .
setelah mas menjadi pemenang hati kamu mas akan jaga cinta kita"
Chika tersenyum tapi hatinya masih bertanya, siapa perempuan yang berani menggoda suaminya...
Chika berniat mencari tua sendiri perempuan itu.
*****
jam menunjukan pukul lima pagi Chika langsung menyiapkan keperluan suaminya mulai dari pakaian hingga ke perutnya.
Chika sangat telaten mengerjakan semuanya sendiri.
hari ini Chika berencana makan siang bersama suami diluar jadi untuk pagi dia makan roti saja.
Chika ingin memberikan kejutan siang hari nanti pada suaminya...
pasti Irvan sangat senang diberi kejutan dari istri tercinta dan sang buah hati.
" mas, rotinya sudah siap di meja Mai nunggu aku apa duluan aja ke bawah . aku mandi dulu" ujar Chika sambil mengambil handuk.
" mas tunggu dibawah aja sama Alif ya sayang" jawab Irvan..
Chika hanya mengangguk tanda setuju, akhirnya dia mandi .
tak butuh waktu lama chika Sudah siap dengan setelan santainya.