Jacob masih menemani istrinya. Ia duduk di bangku yang ada di samping ranjang tidur. Para maid juga sudah menyiapkan makanan untuk Jeje dan sopir yang mengambilkan obat untuk istrinya juga sudah kembali. Semua sudah siap di kamar Jeje. Kini hanya tinggal menunggu Jeje untuk membuka kedua matanya. Pandangan mata Jacob nampak berbeda. Ia merasa sangat tidak baik-baik saja. Jacob sendiri merasa pusing dengan istrinya yang sangat lemah. Jacob mengacak rambutnya frustasi. Ia tidak pernah merasakan hal yang membuatnya sampai gila seperti ini. Jacob melihat tangan istrinya yang sudah bergerak. Pria itu langsung menatap sang istri dengan tatapan tajamnya. Jeje mengedipkan beberapa kali kedua kelopak matanya. Ia menatap langit-langit kamar yang sangat ia kenal dan aroma tubuh suaminya yang beg

