Dingin …, itu yang dirasakan Jeje pagi ini. Tubuh mungilnya mulai bergeliat, meringkuk seperti udang sambil membalikkan tubuhnya saat wajah cantiknya terusik akibat sinar Mentari yang mulai bersinar menerangi wajah cantiknya. Jeje semakin merasakan hangat saat merasakan hangatnya sesuatu yang di dekapnya. Aroma tubuh suaminya yang terhirup membuat tidurnya semakin terasa nyaman. Jeje masih tidak menyadari jika ia berada di kediaman suaminya dan sesuatu yang dipeluknya itu adalah tubuh suaminya bukan sebuah guling. Beberapa saat kemudian, Jeje mulai tersadar. Ia membuka kedua matanya lalu membelalakan kedua matanya. Jeje baru menyadari sebelah tangannya yang menyentuh tubuh suaminya. Ia menggigit bibir bawahnya lalu mencoba menyingkirkan tangannya dengan sangat hati-hati sekali. ‘Tanga

